Aksi Kocak Pengendara Becak Hadapi Razia Bikin Petugas Cekikikan

841

PADANGSIDIMPUAN, SUMUT, BERITAANDA – Tak ada rotan, akar pun jadi. Mungkin demikian yang terbersit di benak pengendara roda tiga (becak -red) saat menghadapi Operasi Patuh Toba 2019, yang digelar oleh Satlantas Polres Padangsidimpuan. Ember pun dijadikan sebagai helm.

Peristiwa kocak ini terjadi pada Kamis (30/8/2019), di salah satu titik lokasi razia Operasi Patuh Toba, tepatnya di Jalan Sudirman (eks. Jalan Merdeka), Kota Padangsidimpuan. Pengemudi becak terbuka dan seorang temannya sebagai penumpang hendak melintas.

Pantauan wartawan, sang pengendara sudah terlihat mulai gugup dan ragu saat hendak melintas. Keduanya seolah tak menyadari bahwa di depan sana sedang ada kegiatan razia. Namun, untuk memutar atau berbalik arah, sudah tak memungkinkan.

Seketika itu, ember kecil yang ada di dalam bak becak diraih dan sejurus kemudian dikenakan ke kepala sebagai pengganti helm. Berharap, helm ember tersebut bisa menjadi penolong untuk dapat meloloskan diri dari jeratan pasal undang-undang lalu lintas.

Sayangnya, ternyata dugaan mereka meleset. Setibanya di lokasi razia, keduanya tetap diberhentikan oleh petugas, yakni Kanit Reg Ident Satlantas Polres Padangsidimpuan IPTU Rahmad yang ikut bertugas. Sejumlah kelengkapan kendaraan pun ditanyai termasuk helm.

Kepada petugas, dengan wajah memelas penuh kepasrahan, keduanya menceritakan hendak menuju ke lokasi pekerjaan dan akui lalai membawa helm. Sebagai ekspresi kepasrahannya, tanpa sadar si pengendara secara spontan mengenakan ember ke kepalanya.

Tak ayal, tingkah laku sang pengendara mengundang gelak tawa para petugas di lokasi razia, termasuk IPTU Rahmad yang sedari awal mencoba menahan rasa kelucuannya memandangi aksi kocak bin unik si pengendara yang terbilang jarang terlihat dan tidak lazim.

Tidak berbeda jauh dari respon petugas, pengendara lainnya yang ada maupun melintas di lokasi razia ikut merasakan aksi kekocakan si pengendara berhelm ember itu, serta merta mereka tertawa. Bahkan, tak sedikit yang mengabadikan peristiwa unik dan kocak tersebut melalui gadget masing-masing.

Pada akhirnya, petugas hanya menindak pengendara tersebut dengan teguran lisan, setelah sebelumnya si pengendara mengakui kesalahannya dan berjanji tidak lagi mengulangi perbuatannya, yang bisa berpotensi membahayakan keselamatan jiwa saat berkendara.

“Sejatinya, kewajiban mengenakan helm bagi pengemudi roda dua atau tiga saat berkendara di jalan raya adalah demi keselamatan jiwa, mengantisipasi hal-hal yang tidak dingini,” ungkap Rahmad meminta masyarakat agar ikut menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Terkait pengendara becak tersebut, kata Rahmad, tentu sekali tidak patut untuk dicontoh. Masyarakat semestinya harus melengkapi diri dengan kelengkapan admistrasi kenderaan serta pengaman lainnya berdasarkan regulasi yang ada, guna menciptakan keselamatan serta kenyamanan berlalu lintas. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda