65 Personel Gabungan Siap Diterjunkan dalam Operasi Bina Karuna Kapuas 2019

134

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Kepolisian Resort (Polres) Sekadau melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Bina Karuna Kapuas 2019, dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (24/7/2019) pukul 07.30 Wib.

Hadir dalam apel gelar pasukan itu antara lain Sekda Sekadau, Pabung Kodim 1204/Sanggau, SKPD terkait, PJU Polres Sekadau dan Kapolsek jajaran, Danramil, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda.

Operasi Bina Karuna Kapuas 2019 digelar diseluruh jajaran Polda Kalbar selama 21 hari, dimulai dari tanggal 24 Juli sampai dengan 13 Agustus 2019. Polres Sekadau sendiri menerjunkan 65 personel gabungan dari Polres Sekadau dan Polsek jajaran.

Sementara itu, dalam apel gelar pasukan tersebut, bertindak sebagai inspektur upacara (irup) yakni Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi, SIK yang membacakan amanat Kapolda Kalbar Irjen Pol. Drs. Didi Haryono.

“Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang rawan terjadi kebakaran hutan, kebun dan lahan. Kita mengetahui bahwa Kalimantan Barat memiliki kondisi geografis yang memiliki bentangan 11/6 Pulau Jawa dengan luas daratan 110.000 km2, serta terdapat 14.680.790 hektare lahan perkebunan dan pertanian, dan juga hamparan lahan gambut yang cukup luas di setiap wilayah Kalimantan Barat,” papar Kapolres.

Dikatakan Anggon, kondisi geografis Kalbar yang luas menjadikan sebuah potensi bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuka lahan dengan cara membakar. Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Ia menjelaskan, hasil identifikasi menyebutkan bahwa di tahun 2018 terdapat sebanyak 182 desa di Kalbar dikategorikan sebagai desa yang rawan karhutla. Namun di tahun 2019 ini turun menjadi 100 desa.

“Kepada seluruh peserta gelar pasukan dan semua segenap elemen masyarakat agar bersinergi, bersatu padu bahu-membahu untuk memberikan solusi bagi permasalahan karhutla di Provinsi Kalimantan Barat yang kita cintai ini,” lanjut Kapolres.

Anggon juga meminta adanya pemberdayaan petugas patroli desa untuk bisa mencegah karhutla, serta giat patroli pada titik hotspot, jika menemukan titik api segera dipadamkan.

“Laksanakan patroli terpadu TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat peduli api. Serta mapping desa-desa yang berpotensi terjadinya karhutla,” tukasnya.

Kepada anggota yang terlibat Operasi Bina Karuna Kapuas 2019, Kapolres berpesan agar melaksanakan operasi tersebut dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.

“Dapat bekerja sama dengan komponen lainnya, termasuk masyarakat. Sehingga tujuan operasi ini mewujudkan Kalbar yang bebas dari asap dapat berjalan dengan lancar dan aman,” pungkas dia. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda