4 Jam Usai Aniaya Kete Hingga Tewas, Edi Akhirnya Ditangkap di Dalam Hutan

3729

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Selang 4 jam usai menganiaya korbannya hingga tewas bersimbah darah. Edi (38), warga Air Pedara Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan, berhasil ditangkap polisi, Sabtu (8/6/2019) malam.

Pria tersebut ditangkap jajaran Polsek Pangkalan Lampam pimpinan IPTU Budhi Santoso sekira pukul 19.30 Wib, saat dirinya bersembunyi di dalam hutan Desa Air Pedara. Dimana keberadaannya diketahui setelah polisi mendapat informasi dari keluarga tersangka.

Hal ini dibenarkan Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kapolsek Pangkalan Lampam melalui Paur Subbag Humas Polres OKI Ipda M Nizar.

Dijelaskannya juga, informasi itu didapat sekira pukul 18.30 Wib, hasil interogasi terhadap pihak keluarga tersangka.

“Tersangka ditangkap, tak lama berselang usai melakukan penganiayaan terhadap korban Arifai alias Kete (46), warga Desa Rambai Kecamatan Pangkalan Lampam yang tewas akibat 4 luka tusukan di bagian tubuhnya. TKP-nya di Desa Lebung Batang,” ungkap dia.

Kala itu sekira pukul 14.30 Wib, jelasnya, korban Arifai mengendarai sepeda motor pulang dari tempat kondangan dan melintas di jalan Simpang Tiga Desa Lebung Batang Pangkalan Lampam. Lalu bertemu dengan tersangka yang juga mengendarai sepeda motor.

“Tersangka menghentikan sepeda motor korban yang berboncengan dengan saksi Marturi (46), petani asal Desa Rambai Pangkalan Lampam. Pada saat korban berhenti, tersangka langsung turun dari motornya dan menghampiri korban,” ujarnya.

Kepada Korban, masih katanya, tersangka menanyakan masalah hutang pembelian kayu korban kepada tersangka sebesar Rp4 juta yang sudah hampir 2 tahun tidak dibayar korban, sehingga terjadi ribut mulut antara keduanya.

“Lantaran emosi memuncak, tersangka mencabut sebilah pisau dari pinggangnya dan langsung menusuk dada kiri serta lengan kiri korban sebanyak 4 kali, sehingga korban terjatuh dari sepeda motornya dan meninggal dunia,” tandas dia.

Setelah melakukan penganiayaan terhadap korban, lanjutnya, tersangka langsung melarikan diri meninggalkan TKP dengan mengendarai sepeda motor. Namun akhirnya diketahui lari bersembunyi masuk ke dalam hutan Air Pedara, dan berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

“Selain menangkap tersangka dan membawanya ke Mapolres OKI untuk diamankan, kita juga meredam keluarga korban yang sempat datang ke rumah tersangka untuk merusak rumah miliknya, sehingga tak sampai terjadi dibakar. Serta juga menerima laporan keluarga korban, meminta visum korban ke tim medis guna melakukan penyidikan perkara dimaksud,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda