11 Personel BKO Polda Sumsel Padamkan Karhutla di Tulung Selapan OKI

16

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Sebanyak 11 personel BKO Aman Nusa II Posko Polsek Tulung Selapan Satgas Karhutla Ditsamapta Polda Sumsel dikerahkan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kayu Ara, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (7/9/2026).

Tim bergerak melakukan penyisiran dan pendinginan sejak pukul 13.00 WIB. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bara api benar-benar padam sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area lain.

Areal yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare, berupa hutan dan semak belukar yang berada di pinggir permukiman warga.

Sebanyak 11 personel diterjunkan untuk menyisir lokasi dan melakukan pendinginan pada titik-titik yang masih berpotensi memunculkan api. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat Satgas Karhutla dalam mengantisipasi perambatan api, terutama di wilayah yang rawan kebakaran.

Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II, Kombes Pol Ridwan Raja Dewa SIK mengatakan, kecepatan bertindak dan sinergi seluruh personel di lapangan menjadi faktor penting dalam penanganan karhutla.

Menurutnya, pengerahan personel secara terpadu merupakan bentuk respons cepat terhadap setiap laporan maupun temuan titik api agar kebakaran tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Penanganan dilakukan melalui penyisiran dan pendinginan pada area terdampak untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali,” ujarnya.

Selain mencegah meluasnya kebakaran, penanganan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan serta memastikan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan dengan aman dan nyaman.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman karhutla.

“Kami memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Nandang.

Dia juga mengimbau masyarakat dan korporasi di wilayah Sumatera Selatan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Pembukaan lahan dengan cara membakar juga dilarang karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

“Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran hutan dan lahan kepada posko atau petugas terdekat sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda