Warga Tolak Rapid Test, Tim Gugus Tugas Sekadau Berikan Edukasi

242

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sekadau memberikan edukasi kepada tokoh masyarakat dan perangkat Desa Sungai Ayak I terkait rencana rapid test missal, Jumat (5/6/2020) pagi.

Sosialisasi ini disampaikan untuk meyakinkan masyarakat bahwa rapid test perlu dilakukan di salah satu RT dalam wilayah desa tersebut.

Camat Belitang Hilir, Sukrisno Benyamin melaporakan, sebelumnya Gugus Tugas Kecamatan telah beberapa kali ingin melaksanakan rapid test di RT yang dimaksud, pasca terkonfirmasinya 2 warga RT tersebut yang positif terinfeksi virus corona.

“Sebagian masyarakat mau untuk dirapid test, sebagain belum setuju. Ini yang kita cari solusinya,” ujar Sukrisno dalam sosialisasi itu.

Menanggapi permasalahan ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan PP dan KB selaku Juru Bicara Gugus Tugas menegaskan, bahwa bupati telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) setelah terkonfirmasinya kasus Covid-19 di Kabupaten Sekadau.

“Sampai saat ini terdata¬† 4 orang yang terkonfirmasi positif. Sesuai protokol kesehatan, Gugus Tugas wajib melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan,” papar Henry.

Sebagai warga negara yang baik, Henry mengajak warga untuk memutuskan mata rantai penularan wabah corona dengan melaksanakan rapid tes. Ditegaskan dia lagi, rapid test tetap akan dilaksanakan baik kepada masyarakat yang menolak atau tidak.

Sementara itu, sekretaris daerah sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas H. Zakaria menegaskan, proses negosiasi dengan masyarakat telah dilaksanakan Gugus Tugas Kecamatan beberapa kali. “Namun belum didapati hasil kata sepakat untuk dilaksanakan rapid test,” ungkap Sekda Zakaria.

Sekda meminta para tokoh masyarakat dan perangkat Desa Sui Ayak I untuk memberikan pemahaman kepada warga di RT yang didapati terkonfirmasi positif Covid-19.

Dipaparkan sekda lagi, jika dilihat dari kacamata medis, virus corona tidak akan hilang terkecuali telah ditemukan vaksin. Untuk itu sekda berharap warga mau mengikuti anjuran pemerintah dengan mengikuti rapid test sebelum terlambat.

“Jika sudah dilakukan rapid test hasilnya menunjukkan non reaktif, maka masyarakat dapat melanjutkan pekerjaannya dengan mematuhi protokol kesehatan. Sedangkan bagi yang memiliki gejala reaktif akan dilakukan tindak lanjut isolasi mandiri dan test lanjutan,” papar sekda. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda