Walikota Padangsidimpuan Soroti Kinerja Kadisdik

1022
Kadis Pendidikan Padangsidimpuan, M. Lutfhi Siregar.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi menyayangkan langkah Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan, M. Lutfhi Siregar, yang selama ini terkesan lemah dalam mengoptimalkan anggaran untuk pelatihan guru.

“Kalau ada kegiatan-kegiatan untuk mengirim guru ke Medan, udahlah, tak usah lagilah,” kata Irsan ketika menutup acara pelatihan Bakti Pada Guru, di Balai STAITA, Kecamatan Sidimpuan Selatan, Padangsidimpuan, Kamis (19/9/2019).

Dikatakannya, sejauh ini dalam rangka peningkatan mutu serta kualitas para guru, Dinas Pendidikan setempat selalu mengirimkan guru-guru untuk mengikuti pelatihan ke luar daerah. Selain tidak mengefisiensi anggaran, outputnya juga dinilai jauh dari capaian.

“Untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) terkait mata anggaran di Dinas Pendidikan yang bersifat alokasi pembiayaan pengiriman guru ke luar daerah sebaiknya ditiadakan saja,” kata walikota mengkritisi pengguna kuasa anggaran dinas tersebut.

Kata Irsan lagi, daripada mengirimkan para guru yang pastinya dengan kuota yang terbatas, akan jauh lebih baik mendatangkan para mentor dari luar daerah atau berbagai universitas seperti Undip Semarang, dan penyelenggaraan pelatihannya digelar di Sidimpuan.

“Bisa dibayangkan berapa banyak guru yang bisa kita latih, jika metodenya dibuat seperti itu,” ungkap walikota mengambil inspirasi dari kegiatan yang dilakukan oleh PT. CPFI dalam upayanya memajukan pendidikan dengan menggandeng dosen universitas untuk melatih kualitas tenaga pengajar.

Dikesempatan itu, Irsan secara tegas menekankan Kadis Pendidikan untuk segera belajar sekaligus mempelajari segala sesuatunya terkait kerjasama pelatihan para guru tersebut. Ia juga meminta agar kegiatan yang ada dalam pos anggaran Dinas Pendidikan dilakukan dievaluasi serius.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Padangsidimpuan, M. Lutfhi Siregar yang coba dimintai tanggapan selepas acara oleh awak media, lebih memilih diam dan menghindar dari pertanyaan yang dilontarkan terkait kekesalan walikota terhadap kinerjanya.

“Bicarakan sama Sekretaris Dinas (Sekdis) atau Kabid yang membidangi saja ya,” ketus Lutfhi berlalu meninggalkan lokasi dengan mobil dinasnya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda