Walikota: Operasi Yustisi Turunkan Tren Kasus Covid-19 di Sidimpuan

97

TABAGSEL-SUMUT, BERITAANDA – Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution hadiri rapat koordinasi pembentukan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mandailing Natal dan Kota Padangsidimpuan, di Bagas Godang Purba Baru, Kamis (15/10/2020).

Hadir dalam rakor itu LO Gugus Tugas Pusat Darlan Harahap, Dandim 0212/TS Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini, Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, dan Sekda Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahler Lubis melaporkan, kasus terkonfirmasi di daerah setempat hingga saat ini berjumlah 184 orang, sembuh 151 orang, dan meninggal 1 orang.

Langkah yang dijalankan sejauh ini antara lain, mengefektifkan Bagas Godang Madina sebagai tempat isolasi pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan jumlah 53 tempat tidur. Kondisi saat ini terdapat 22 terkonfirmasi diisolasi, 17 sudah selesai tahap isolasi dan dinyatakan sembuh.

“Upaya preventif yang kita lakukan adalah dengan mendorong masuarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan lewat operasi yustisi, dan mengedukasi protokol kesehatan dan membagikan masker,” sambung Dahler.

Sementara laporan Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution kepada Sekretaris Gugus Tugas Provsu menyebutkan, bahwa tiga pekan ke belakang telah terjadi tren kenaikan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Padangsidimpuan.

Namun, dengan upaya koordinasi yang sama-sama dilaksanakan bersama Dandim 0212/TS, Kapolres Padangsidimpuan dan Forkopimda dengan menerapkan Perwal Nomor 28 Tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan Covid-19 hingga operasi yustisi terus dilakukan.

“Kendati tidak mudah meningkatkan kesadaran di tengah-tengah masyarakat untuk mengikuti atau melaksanakan protokol kesehatan. Tetapi alhamdulillah, terjadi tren penurunan dalam dua pekan terakhir,” ungkap Walikora Irsan.

Sekretaris Gugus Tugas Provinsi Sumatera Utara Arsyad Lubis menyebutkan, bila Madina sebelumnya tenang tanpa ada kasus Covid-19, tapi akhir-akhir ini terjadi lonjakan kasus. Usai ditinjau ke lapangan, faktor penyebabnya ialah masyarakat kurang patuh protokol kesehatan.

“Untuk itu, kami ditugaskan Gubernur turun ke Madina untuk menurunkan angka terkonfirmasi itu. Berdasarkan surat keputusan Gubernur menunjuk Kapolres menjadi ketua Gugus Tugas (Dansatgas) Kabupaten Madina, dan Dandim 0212/TS sebagai Wadansatgas,” paparnya.

Inilah nanti yang akan disusun bersama-sama kelembagaannya sekaligus tugas pokok dan fungsinya. “Makanya hadir pak Darlan Harahap mendampingi pembentukannya. Pembentukan satgas ini mempunyai waktu terbatas, dari 19 Oktober sampai 1 November 2020,” imbuhnya.

Dansatgas setelah menerima penugasan akan menyusun RGB (Rencana Garis Besar) Operasi ini,  dan tentu secara teknis nanti akan diatur sampai output yang dilakukan dan tentu juga pembiayaan yang diperlukan. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda