Wabup Aloysius: Untuk Tahap Awal Kita Bangun 25 Pos Gizi di Semua Kecamatan

30

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Wakil Bupati Sekadau Aloysius, M.Si didampingi istrinya Ny.  Vixtima Heri Supriyanti Aloysius, M.Si meresmikan empat rumah gizi di Kecamatan Belitang Hulu, Kamis (10/9/2020).

Disamping meresmikan rumah gizi, wakil bupati juga dalam kesempatan itu menyerahkan langsung piagam hibah kepada empat kepala desa secara simbolis di Desa Sebetung Kecamatan Belitang Hulu. Keempat desa tersebut adalah Desa Balai Sepuak, Desa Sebetung, Desa Terduk Dampak dan Desa Mengaret.

Kades Sebetung Ahmad Eka Setiawan, SP mengatakan, ada banya perubahan di Desa Sebetung, misalnya di Sungai Tebelian yang dulu belum punya gedung sekolah dasar, sekarang sudah ada gedung SD.

“Dulu, Desa Sebetung masih desa tertinggal, sekarang mulai tahun 2019 naik peringkat menjadi desa berkembang. Bukan hanya itu, di bidang kesehatan dan pembangunan lainnya sudah banyak masuk di Desa Sebetung. Misalnya pembangunan gereja. Tidak ada satu pun pembangunan rumah ibadah gereja yang tidak dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau,” ujarnya.

Sementara itu Camat Belitang Hulu Yohanes Dempek, S.Sos berharap kepada semua desa yang telah mendirikan rumah gizi, tingkat kesehatan gizi dapat meningkat.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Sekadau yang terus memberikan dukungan dan perhatian untuk kecamatan Belitang Hulu,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau Vixtima Heri Supriyanti, A.Md dalam sambutannya menyampaikan, rumah gizi ini dibangun untuk memebentuk generasi muda yang sehat. Gedung gizi ini adalah salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Sekadau di bidang kesehatan melalui Dinas Kesehatan akan kualitas kesehatan generasi penerus.

“Mohon ibu-ibu untuk memperhatikan rumah gizi ini, bisa tanam dengan sayuran yang mungkin nanti bisa kita olah untuk makanan tambahan anak-anak. Jadi toloing dimanfaatkan halaman rumah ini agar asri dan memberikan manfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Hendri Alpius, S.Kep, ME mengatakan, pembangunan pos gizi di Kabupaten Sekadau bertujuan untuk upaya percepatan penurunan stanting dengan pelibatan masyarakat melalui kegiatan yang dilakukan oleh warga yang dibantu oleh bidan desa dan dibina oleh puskesmas setempat, sehingga nantinya kedepan pos gizi ini bisa dilaksanakan sebagai proyek inovasi desa maupun proyek inovasi puskesmas.

Wakil Bupati Sekadau Aloysius juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Dinas Kesehatan karena telah membuat terobosan baru dalam penannganan stanting, yakni salah satunya melalui pembangunan pos gizi.

“Ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dalam rangka penanganan masalah stanting di Kabupaten Sekadau,” ujarnya.

Dikatakan wakil bupati, untuk tahap pertama membangun 25 pos gizi yang tersebar di 7 kecamatan.

“Ada 25 pos gizi yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau. Kedepan, desa-desa yang menjadi tolak ukur mendapat rumah gizi akan kita bangun. Kalau bisa setiap tahun, rumah gizi akan kita bangun dalam rangka penurunan angka stanting di Kabupaten Sekadau,” jelas dia.

Wakil Bupati Aloysius berharap dengan telah dibangunnya pos gizi ini kasus stanting di Kabupaten Sekadau bisa ditangani lebih baik lagi.

“Kita berharap kasus stanting dan gizi buruk dapat ditangani atau paling tidak dicegah. Target kita angka stanting bisa turun dari 30,9 persen bisa 25 persen bahkan sampai zero, termasuk juga untuk angka kematian ibu dan anak menjadi perhatian kita bersama. Semua elemen masyarakat bisa terlibat untuk penurunan angka stanting bisa bekerja sama dengan kades, posyandu, dan desa. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat saya yakin kasus ini dapat sama-sama kita atasi,” harap wakil bupati. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda