Ujang Kocot Divonis 15 Tahun Penjara, Picu Protes Keluarga Terdakwa

156

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kayuagung, terdakwa Angkasa alias Ujang Kocot (58) divonis 15 tahun penjara. Hal ini memicu protes dari pihak keluarga terdakwa yang tidak menerima atas putusan tersebut.

Man, anak terdakwa Jang Kocot menyebut, pengadilan macam apa ini orang tidak bersalah diputus 15 tahun penjara.

“Jelas-jelas ayah kami tidak bersalah, kenapa bisa diputus 15 tahun penjara,” tegasnya.

Masih kata dia, mereka merasa dizalimi. Kemana lagi mereka akan mencari keadilan terhadap orangtuanya. Bahkan mereka akan melakukan demo dan banding atas putusan orang tuanya itu.

Karena, menurut dia, pihaknya sudah membawa saksi-saksi tapi disamarkan dan tidak pernah dianggap.

“Kenapa orang tidak bersalah dihukum,” imbuhnya.

Farida Leni, anak korban Saidina Ali mengaku, Jang Kocot tidak bersalah karena bukan pembunuh ayahnya. Dan dia juga meminta Jang Kocot harus dibebaskan.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kayuagung, Agung Nugroho Suryo Sulistio, didampingi anggota Indah Wijayati dan Nadia Septianie dalam sidang terhadap terdakwa Hendra dan Ujang Kocot terkait kasus pembunuhan terhadap korban Saidina Ali, memvonis kedua terdakwa dengan penjara selama 15 tahun.

“Keduanya memang terbukti bersalah dalam kasus ini,” bebernya.

Adanya protes tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri OKI Hendri Hanafi meminta keluarga terdakwa untuk mengambil langkah lain melalui banding.

“Silahkan pihak terdakwa Jang Kocot melalui kuasa hukumnya membuat surat keberatan atas putusan Pengadilan Negeri Kayuagung, karena masih bisa ditempuh melalui banding,” tandasnya.

Untuk diketahui kasus pembunuhan ini terjadi karena dendam pelaku Hendra terhadap korban. Kejadian itu terjadi di Desa Padang Bulan pada 30 Oktober 2023 pukul 23.30 WIB, dimana pelaku melihat korban sedang menonton orgen tunggal.

Saat perjalanan pulang ke rumah, pelaku kemudian membacok korban hingga jatuh dari motor, yang kemudian dikeroyok oleh kedua pelaku.

Selanjutnya, pelaku diamankan dengan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian dan alat yang digunakan dalam kejahatan tersebut. Mereka dijerat dengan Pasal 340 atau Pasal 170 ayat 2 ke-3 dengan ancaman pidana mati atau hukuman seumur hidup. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda