TPID Kecamatan se-Kota Padangsidimpuan Gelar Pelatihan

398

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Untuk meningkatkan kapasitas dalam memfasilitasi tahapan pelaksanaan pengelolaan inovasi desa, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan menggelar pelatihan berbentuk penguatan wawasan dengan mengundang tenaga ahli.

Kegiatan yang diikuti pengurus TPID empat kecamatan se-Padangsidimpuan, antara lain P.Sidimpuan Hutaimbaru, P.Sidimpuan Angkola Julu, P.Sidimpuan Batunadua, dan P.Sidimpuan Tenggara ini, dilangsungkan di gedung Madrasah Labuhan Labo Kecamatan Sidimpuan Tenggara, Rabu (11/9/2019).

“Mengingat sebagian dari pengurus TPID Kecamatan merupakan wajah-wajah baru, maka lewat pelatihan ini diharapkan bisa lebih memahami segala hal berkenaan dengan Program Inovasi Desa (PID),” jelas Tenaga Ahli, Dahrul Harahap, mengawali materinya.

Dikatakannya, PID hadir sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa, dengan memberikan banyak referensi dan inovasi-inovasi pembangunan desa, serta memperkuat peran pendamping dengan banyak referensi dalam proses pendampingan P3MD di desa.

“PID merupakan inovasi/kebaruan dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan inovasi. Ini dipetik dari realitas kerja desa-desa dalam melaksanakan kegiatan pembangunan yang didayagunakan sebagai pengetahuan untuk ditularkan secara meluas,” sebut dia.

Seperti diketahui bersama, kata Dahrul, arti dari inovasi itu sendiri adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal baru, pembaharuan, penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Dari pengertiannya, dapat disimpulkan bahwa inovasi adalah proses kreatif dalam melakukan penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada. Sedangkan kemampuan inovatif seorang wirausaha merupakan proses mengubah peluang menjadi suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual.

Dalam hal inovasi dan keterkaitannya dengan PID, yaitu untuk mendorong atau memfasilitasi kapasitas desa melalui peningkatan produktivitas pedesaan. Artinya, jelas Dahrul, tinggal ditinjau dari aspek mana butuh inovasi peningkatan, apakah itu aspek produk, potensi atau aset.

“Jadi, PID ini hadir sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa. Artinya, semua kegiatan yang sudah dibangun melalui dana desa itu kita tinjau apakah ada sesuatu hal yang bisa dimanfaatkan menjadi sebuah kegiatan yang inovatif serta bernilai ekonomis,” terangnya.

Ia pun mensimulasikan kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bilamana dalam kegiatan BUMDes itu bermuatan usaha Ekonomi Kecil Menengah (UKM), maka TPID ambil peran bagaimana agar produktivitas UKM tersebut jauh lebih meningkat lagi. Disinilah PID itu harus bisa terwujudkan.

“Dengan memperbanyak referensi serta media pembelajaran terhadap kegiatan-kegiatan inovatif yang sudah berjalan di daerah lain. Lalu, itu diterapkan serta diaplikasikan di desa kita dengan tetap menyesuaikan potensi dan karakteristik masing-masing desa-desa yang ada di daerah kita,” papar Dahrul.

Boy Irman yang juga pemateri lainnya menambahkan, perlu disadari bahwa inovasi itu tidak bisa hanya melibatkan seseorang, tapi wajib adanya dukungan dari lingkungan atau masyarakat desa. Dan, posisi TPID sendiri sifatnya hanya mendampingi dan memfasilitasi desa.

“Disini TPID meninjau, mana-mana saja potensi yang ada di desa tersebut yang bisa ditonjolkan. Yang kemudian oleh TPID, potensi itupun dipersentasekan kepada masyarakat desa, sehingga pada akhirnya mereka menyadari akan potensi desa mereka sendiri,” ujar Boy.

Disisi lain, salah satu peserta mengaku adanya pelatihan ini semakin menambah wawasan dan pengetahuan mereka terkait program untuk mendukung pembangunan desa yang lebih kreatif dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kedepan, kita akan terus mendorong pihak pemerintahan desa untuk mengarusutamakan kegiatan-kegiatan inovasi yang dapat mendorong efektivitas penggunaan atau investasi dana di desa,” imbuh Martuani Siregar, Ketua TPID Kecamatan Sidimpuan Hutaimbaru. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda