Tidak Cukup Bukti, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Herman Jaya Harefa Dihentikan

349

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Terkait penanganan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu milik Herman Jaya Harefa (anggota DPRD Kota Gunungsitoli) yang dilaporkan oleh Loozaro Zebua di Polres Nias, telah dihentikan karena tidak cukup bukti.

“Pemberhentian penyelidikan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu yang telah bergulir sejak tahun 2015 yang dilaporkan oleh Loozaro Zebua sudah sesuai prosedur,” kata Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan didampingi Kasat Reskrim IPTU Martua Manik ketika menggelar konfrensi pers di aula Graha Sanika Mapolres setempat, Rabu (12/2/2020).

Jelasnya lagi, pada saat digelar perkara di Polda Sumut yang dihadiri pihak STT Philadelphia dan STT Sunsugos di tanggal 28 Agustus 2018 lalu, Polda Sumut berkesimpulan dan merekomendasikan agar memberhentikan penyelidikan kasus tersebut karena tidak cukup bukti.

“Berdasarkan rekomendasi dari Polda Sumut, pada tanggal 29 Agustus 2019 kasus tersebut dihentikan dan telah kita sampaikan pemberitahuan melalui surat kepada pelapor. Walau sudah di-SP3-kan, penyidik tetap terus bekerja, dan jika ada bukti baru kasus tersebut bisa dibuka kembali,” tambah dia.

Mengenai surat Ombudsman RI yang diterima oleh pelapor, Kasat Reskrim IPTU Martua Manik mengatakan, penyidik telah melakukan koordinasi dengan Ombudsman untuk mempertanyakan tentang perihal surat tersebut.

“Ombudsman membenarkan kalau surat tersebut dikeluarkan mereka sebagai pemberitahuan hasil koordinasi Ombudsman ke Kementrian Agama Republik Indonesia, dan bukan merupakan hasil audit. Kemudian kami membawa fotocopy surat Ombudsman kepada Wassidik dan Kabagkum Polda, dan mereka menegaskan jika surat Ombudsman tidak bisa jadi alat bukti membuka SP3 kasus dugaan ijazah palsu Herman Jaya Harefa,” terangnya. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda