Terkait Isu Virus Bangkai Babi di Sungai, Kadis Kominfo Sergai: Masyarakat Jangan Takut Makan Ikan

379

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Drs. Akmal Koto AP M.Si menjelaskan, wabah hog cholera yang menyerang ternak babi hingga menyebabkan isu liar yang menyebut ikan laut tercemar dan tak aman dikonsumsi tersebut, hanya info sesat yang dihembuskan oknum tak bertanggung jawab.

Di hari Senin (18/11/2019) kemarin, Kadis Kominfo Sergai bersama Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin, Kadis Perikanan dan Kelautan Sri Wahyuni Pancasilawati SP M.Si, Kadis Lingkungan Hidup Panisean Tambunan, Kadis Ketapang Sergai M. Aliuddin, SP MP, Kepala BPBD Sergai Henri Suharto, drh. Yusranaria Panjaitan dan Rustiati Harahap selaku perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Peternakan Sumut, meninjau langsung tempat pelelangan ikan di Tanjung Beringin, kemudian melaksanakan penyisiran bangkai babi di Sungai Bedagai.

Akmal menjelaskan, bahwa kegiatan ini atas inisiatif Asisten Ekbangsos Kaharuddin yang bertujuan sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi masyarakat, bahwa tidak ada korelasi kesehatan antara virus hog cholera dengan konsumsi ikan pasca maraknya pembuangan bangkai babi ke aliran sungai.

Kadis Kominfo Sergai mengutarakan, bahwa dalam kegiatan ini dilaksanakan makan ikan bersama yang diikuti oleh jajaran kepala OPD, sebagai simbol jika ikan yang ditangkap nelayan aman untuk kesehatan sekaligus menepis kabar bohong perihal terjangkitnya virus hog cholera terkontaminasi dengan ikan yang dipasarkan ke masyarakat.

Sedangkan Kadis Perikanan dan Kelautan Sergai Sri Wahyuni Pancasilawati menyebut, selain karena virus kolera babi tidak bisa menjangkiti spesies lain, ikan yang dikonsumsi masyarakat juga ditangkap jauh dari bibir pantai, yaitu sekitar 1-5 mil.

“Sedangkan bangkai babi yang dibuang seluruhnya tertahan di sungai berkat tindak cepat pihak terkait dalam memeriksa kondisi sungai yang disinyalir kerap dijadikan lokasi pembuangan bangkai,” tambah dia.

Sri Wahyuni Pancasilawati juga menghimbau agar masyarakat tak perlu termakan hoax perihal virus hog cholera yang dapat menjangkiti ikan.

“Konsumsi ikan penting artinya bagi masyarakat, apalagi bagi kebutuhan gizi utama tubuh. Jangan karena kabar yang tidak benar, masyarakat yang mengkonsumsi ikan berkurang,” tegas dia.

Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin juga secara singkat menghimbau jika konsumsi ikan masih aman, karena penularan virus kolera babi tidak bisa terjadi pada manusia atau kepada hewan beda jenis.

“Untuk itu tak perlu mengurangi selera dalam mengkonsumsi ikan. Nutrisi dan gizi yang bersumber dari ikan masih sangat diperlukan,” pungkas dia.

Setelah itu, rombongan OPD bersama-sama melakukan monitoring Sungai Bedagai untuk memantau, mengamankan dan mengubur bangkai babi yang terapung di atas aliran sungai. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda