Temuan BPD, Hasil PAD Desa Tebedak I Masih Carut Marut

1529
Ketua BPD Tebedak I saat menggali informasi di BUMdes Tebedak I.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Kepala Desa Tebedak I Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI) sepertinya tidak juga jera setelah kena sanksi oleh Inspektorat OI beberapa tahun lalu, lantaran menyelewengkan dana desa (DD) dalam proyek pembangunan pengerasan jalan padat karya, serta pembukaan kebun Badan Usaha Milik Desa (BUMdes).

Dalam sanksi itu, sang kades harus mengembalikan dana sekitar Rp150 juta ke kas negara atas kelakuan nakalnya.

Adapun poin kesalahannya yakni korupsi di pekerjaan pengerasan dan merekayasa penanaman batang karet di kebun tersebut. Bibit karet yang ditanam adalah, bibit karet bantuan atau gratisan, padahal alokasi dana untuk bibit tersebut sudah ada.

Kali ini, kades tersebut kembali terancam dilaporkan lagi oleh warganya, lantaran ada temuan BPD setempat.

Informasi temuan itu disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Busori saat diwawancarai media ini saat menanyakan apa saja kegiatan BPD setelah mereka dilantik.

“Kami beberapa waktu lalu menanyakan kepada pengurus BUMdes terkait laporan keuangan dari pendapatan BUMdes, yakni kebun desa, toko manisan serta hasil karcis kalangan (pasar).

“Pihak BUMdes mengatakan tidak mengetahui secara jelas, karena segala sesuatunya, kades yang lebih banyak mengetahui,” ujar Busori menirukan pernyataan pengurus BUMdes, Jumat (10/1/2019).

Selain itu, sambungnya, dana bantuan untuk bidan desa (bides) juga diduga di sunat. Dana yang diperkirakan sebanyak puluhan juta untuk kebutuhan bidan di desa itu hanya diterima sekitar tiga jutaan.

“Kemudian kami juga menanyakan ke bidan desa, ternyata bantuan untuk bides juga tak utuh. Hal ini sudah berlangsung beberapa tahun sejak kades ini aktif menjabat kepala desa di periode ini,” ungkap dia.

Untuk itulah, jelasnya lagi, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar rapat serta mengundang kades untuk dimintai keterangan perihal tersebut.

“Kami sebagai perwakilan masyarakat, menyayangkan praktek – praktek menyalahi aturan yang diduga dilakukan kades masih berlangsung. Untuk itulah dalam waktu dekat, akan mengambil sikap demi tegaknya keadilan bagi warga kami,” pungkasnya. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda