Syahrul Singgung Gotong-royong: Itu Budaya Kita dan Mari Galakkan Kembali

289

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Gotong-royong merupakan ciri khas budaya bangsa Indonesia. Namun seiring derasnya pengaruh budaya luar dan perkembangan zaman yang memasuki sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, ciri khas itu perlahan memudar dari tatanan kehidupan masyarakat.

“Mari galakkan kembali budaya gotong-royong,” ujar Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu, saat membuka pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XVI dan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke-47, di Desa Pargarutan Tonga, Angkola Timur, Selasa (10/12/2019).

Acara ini dihadiri Ketua DPRD Husin Sogot Simatupang, anggota DPRD Dolly Putra P. Pasaribu, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, kabag, camat se-Tapsel, Ketua TP. PKK Syaufia Lina Syahrul M. Pasaribu, Forkopimcam Angkola Timur, kades/lurah se-Angkola Timur, serta para tokoh kecamatan setempat.

Melalui kegiatan ini, bupati pun mengharapkan semua pihak supaya menumbuhkembangkan kembali semangat bergotong-royong dengan menjadikannya sebagai budaya sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga. Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi antara pemda dan masyarakat, pun sebaliknya.

“Budaya gotong-royong sangat tepat untuk diterapkan dalam pembangunan di Tapsel,” ujar Syahrul, sembari menyerukan budaya ini agar ditumbuhkembangkan dan dipupuk di tengah-tengah masyarakat dengan mendayagunakan PKK sebagai mitra pemerintah yang dipandang banyak memberi ide kreatif dan inovatif.

Sebelumnya, Kadis PMD, M. Yusuf menjelaskan, kegiatan BBGRM ini telah dimulai sejak bulan Mei tahun 2019. Setiap desa, terang dia, telah melaksanakan gotong royong secara rutin yang pembiayaannya dialokasikan melalui alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD).

“Untuk kesinambungan pelaksanaan di setiap desa, telah dibentuk lembaga gotong-royong berkoordinasi dengan LPMD, PKK dan Karang Taruna,” sebut Yusuf. Juga mengusulkan pada bupati agar menerbitkan surat keputusan soal pelaksanaan safari gotong-royong, sekaligus penetapan hari gotong-royong daerah.

Pada kesempatan itu, Camat Angkola Timur Farwis Rizky menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada bupati dan rombongan yang berkenan menghadiri acara. Bagi Farwis, melalui kegiatan BBGRM ke-XVI dan HKG PKK ke-47, tentunya akan menjadikan nilai dan dampak positif bagi masyarakat.

Selanjutnya pemukulan gong oleh bupati tandai berakhirnya pelaksanaan bulan bhakti gotong royong di Tapsel, dirangkai penyerahan hadiah lomba dan pemberian peralatan gotong-royong kepada kelompok gotong-royong berupa mesin rumput, kereta sorong, pelongki, cangkul, sapu lidi, mikser, dan panci. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda