Sungai Kalimati ‘Mengamuk’, Jembatan Ambruk

1746

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Sebuah jembatan penghubung di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara ambruk diterjang luapan air anak sungai. Luapan sungai lainnya juga menyebabkan banjir di beberapa desa.

Tiga desa yang terdampak yakni Perkebunan Pijorkoling (merendam 6 rumah), Manunggang Jae (merendam 3 rumah), dan Labuhan Rasoki (merendam 5 rumah). Banjir juga turut merusak lahan persawahan di dusun setempat.

“Kita belum tahu persis, seberapa luas lahan persawahan warga yang rusak tersapu banjir. Namun, bisa dipastikan petani akan mengalami gagal panen dan merugi,” ujar Kepala Dusun 2 Padang Sejati, Desa Manunggang Jae, Misriadi.

Menurut Camat Padangsidimpuan Tenggara, Zulkifli Dalimunthe, saat ditemui BERITAANDA di lokasi, guyuran hujan lebat beberapa jam lamanya, pada Kamis (29/1/2020) malam, menyebabkan Sungai Kalimati Desa Labuhan Rasoki meluap dan menggenangi pemukiman.

“Puncaknya sekira pukul 23.00 Wib, debit air Sungai Kalimati mulai meninggi dan merendam ruas jalan dan rumah-rumah warga. Diduga, air juga mengikis pondasi jembatan penghubung yang ada di Dusun Kalimati hingga ambruk dan memutus akses jalan utama,” jelas camat.

Dikatakannya, jembatan tersebut merupakan akses penghubung dari Desa Perkebunan PK ke Labuhan Rasoki dan Tarutung Baru, tembus ke Kabupaten Tapsel. Kondisi jembatan saat ini rusak parah dan sama sekali tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua ataupun lebih.

“Untuk sementara waktu sebelum jembatan diperbaiki, pengendara terpaksa melintas dari Desa Manunggang Jae untuk bisa masuk atau sampai ke Desa Labuhan Rasoki. Meski jarak tempuh bertambah jauh, tapi itu satu-satunya akses yang bisa dilalui saat ini,” ujar Zulkifli.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Labuhan Rasoki, Rahmat Harahap, mengimbau seluruh warga agar keesokan harinya bersama-sama bergotong-royong membersihkan rumah yang terkena dampak, sekaligus mengevakuasi sisa material yang terbawa arus banjir.

“Kita sudah meminta kesediaan warga untuk membantu warga lainnya yang rumahnya jadi sasaran arus banjir. Kita juga berharap kiranya curah hujan mereda dan semuanya baik-baik saja. Semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal yang tidak diingini,” harap Rahmat.

Pantauan BERITAANDA di lapangan, sejumlah personel BPBD Sidimpuan dibantu Babinsa ikut memantau situasi sembari menenangkan warga. Hujan turun terus menerus membuat warga sekitar tetap waswas dan memilih berjaga-jaga di dalam rumah masing-masing.

Disamping itu, material berupa pasir lumpur serta batu kerikil sampai batu sebesar kepala orang dewasa tampak ikut terseret arus banjir hingga berserakan disebagian ruas jalan di Dusun Kalimati, Desa Labuhan Rasoki. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda