Singgung Politik Uang, Tausyiah UAS: Terima dan Jangan Pilih Orangnya

857
UAS saat menyampaikan tausyiahnya dihadapan belasan ribu masyarakat Padangsidimpuan.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Laiknya menjadi lautan manusia, belasan ribu umat muslim se-Padangsidimpuan dan luar kota menghadiri Isra’ Mi’raj 1440 Hijriah bersama Ustadz Abdul Somad (UAS), di Alaman Bolak Padangsidimpuan, Senin (8/4/2019) malam.

Isra’ Mi’raj diprakarasi Pimpinan Yayasan Ponpes Al-Musthafawiyah Purba Baru, Harun Musthafawiyah, dimulai pukul 20.00 Wib. Hanya saja, sejak siang hari animo masyarakat untuk bertatap muka dan mendengarkan tausyiah ustadz sejuta viewer ini begitu kuat.

Tausyiah turut dihadiri Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wagub Musa Rajekshah, Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution dan Wakil Walikota Padangsidimpuan, Arwin Siregar.

Selanjutnya, juga hadir dalam acara Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya, Dandim 0212/Tapsel Letkol Inf. Akbar Novrizal Yusananto, tokoh pemuda Rusydi Nasution, serta pengurus Front Pembela Islam (FPI) Padangsidimpuan.

Dalam tausyiahnya, UAS menyebut makna Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah perjalanan nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Pada intinya merupakan Perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk senantiasa menyemarakkan mesjid.

“Pertama kali saya berkunjung ke Padangsidimpuan, acara dibuat di mesjid. Namun, saat itu kapasitas mesjid tak mampu menampung ribuan jamaah,” kata UAS yang menilai kemungkinan hal ini yang membuat pihak panitia menetapkan acara digelar di tempat terbuka.

UAS mengatakan, bermacam ragam faktor penyebab kelompok masyarakat memutuskan berkumpul beramai-ramai. Ada karena pertandingan sepakbola, sebagian karena ingin menyaksikan penampilan artis berpakaian minim, dan ada juga akibat diiming-imingi pembagian sembako maupun duit.

“Pak wali, mereka ini datang di absen tadi,” tanya UAS ke arah Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, disambut gemuruh tawa para jamaah, seraya dikisahkan UAS soalnya dulu dirinya pernah mengisi tausyiah di sebuah daerah disesaki jamaah, yang ternyata diabsen oleh pemda setempat.

Sedangkan warga Padangsidimpuan, UAS berkeyakinan, murni datang karena kecintaan terhadap syiar agama, semua berhadir karena Lailahaillallah. Dan itu dikuatkan meskipun cuaca tengah dilanda hujan gerimis, jamaah seolah tak bergeming dari posisinya masing-masing.

Hiruk pikuk pesta demokrasi juga tak luput dari sorotan UAS. Secara khusus ia berpesan kepada jamaah untuk tidak menyianyiakan hak suara alias golput. Masyarakat dituntut harus lebih selektif dalam menentukan pilihan, mengenali siapa figur yang akan dipilih.

“Hindari politik uang. Kalaupun itu terjadi, terima uangnya dan jangan pilih orangnya. Soal uang yang diterima infakkan ke mesjid, dan janganlah pula dipergunakan,” imbau UAS mengundang kembali gelak tawa para jamaah seolah tak menampik hal itu berpotensi terjadi.

Dipenghujung tausyiah UAS memimpin langsung doa bersama. Memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar negeri ini diberikan pemimpin yang amanah dan mampu mempersatukan anak bangsa. Berharap semoga Indonesia menjadi baldatun toyyibatun wa robbun ghofur. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda