Siaga Batingsor, Polres Sekadau Gelar Rakor Lintas Instansi

240
Rakor kesiapan pelaksanaan satuan tugas siaga darurat penanggulangan bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor, bertempat di aula Polres Sekadau. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Kepolisian Resor Sekadau menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapan pelaksanaan satuan tugas siaga darurat penanggulangan bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor (batingsor) yang dibuka oleh Kapolres AKBP Marupa Sagala SIK SH MH, Rabu (8/1/2020).

Rakor ini turut dihadiri Kejari Andri Irawan SH MH, Wakil Bupati Aloysius SH M.Si, Kodim 1204 Sanggau/Sekadau Mayor Arh. M. Setiawan, Sekda Drs. H. Zakaria M.Si, Kalak BPBD Matius Jhon S.Pd M.Si dan sejumlah unsur pimpinan OPD Pemda Sekadau serta PJU Polres setempat.

Kapolres dalam paparanya menjelaskan, rakor ini digelar dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat presiden dengan para menteri dan Kapolri beberapa waktu yang lalu.

“Penekanan presiden, leding sektor penanggulangan bencana di tingkat pusat oleh BPPB dan di daerah oleh BPBD, institusi pendukung seperti PUPR, Dinsos, TNI, Polri dan instansi lainnya. Diminta agar instansi di tingkat pusat dan daerah memiliki peran dalam penanggulangan bencana serta bersinergi dalam pelaksanaan penanggulangannya. Kemudian penanganan bencana banjir melalui mitigasi pemetaan daerah rawan bencana serta pencegahan bencana,” kata Kapolres.

Ia menjelaskan, tindakan yang harus diambil saat terjadi bencana berupa pengerahan kekuatan dan peralatan ke daerah bencana.

Saat ini, lanjut Kapolres, Polri sedang dalam operasi Kontijensi Aman Nusa II yang dimulai pada saat kejadian maupun pasca bencana di seluruh wilayah Indonesia.

“Perlu dibentuk posko bencana di tingkat kabupaten dan kecamatan, sehingga jika terjadi bencana di kecamatan seluruh personel satgas berkumpul di posko tersebut. Juga perlunya penetapan tempat pengungsian atau evakuasi korban bencana, dan RSUD yang dituju untuk korban bencana,” papar Kapolres.

Sementara itu, Kalak BPBD Matius Jhon mengatakan, bencana secara umum di Sekadau berupa batingsor dan karhutla. Meski demikian, akhir – akhir ini beberapa kecamatan rawan banjir bandang di saat musim penghujan tiba.

“Diharapkan seluruh komponen dapat besinergi dalam pencegahan dan penanggulangan batingsor di Kabupaten Sekadau,” tukasnya.

Beberapa hal yang harus dilakukan saat terjadi bencana antara lain, melakukan pengkajian cepat dan tepat lokasi bencana, penyelamatan/evakuasi korban bencana, mendata korban bencana untuk pemenuhan kebutuhan dasar korban, mengajukan penetapan status siaga/tanggap darurat bencana, dan menyusun rencana rehabilitasi darurat fasilitas infrastruktur masyarakat pasca bencana.

Wakil Bupati Aloysius menambahkan, Kabupaten Sekadau telah melewati beberapa musibah bencana, salah satunya adalah karhutla. Walaupun trendnya menurun.

“Untuk di bulan Desember sampai dengan Januari menghadapi batingsor,” tambah wabup.

Wabup juga menyarankan perlunya menyiagakan posko bencana di desa – desa rawan bencana. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda