Serahkan Piala Bergilir, Wabup Sintang Tutup Pekan Gawai Dayak ke-VIII Tahun 2019

157

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Tim Dewan Adat Dayak Kecamatan Sungai Tebelian mendominasi sebagai pemenang berbagai jenis perlombaan pada Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang yang ke-VIII tahun 2019, berlangsung 9-13 Juli 2019.

Dengan demikian, Tim DAD Kecamatan Sungai Tebelian ditetapkan sebagai juara umum pada PGD tahun 2019.

Piala bergilir pun diserahkan oleh Wakil Bupati Sintang Askiman kepada perwakilan DAD Sungai Tebelian. Dan Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang yang ke-VIII tahun 2019 resmi usai pada Sabtu (13/7/2019).

Wakil Bupati Sintang Askiman dihadapan ribuan masyarakat menyampaikan, tidak terasa gawai Dayak yang meriah akhirnya berakhir dan ditutup malam ini.

“Semua kegiatan sudah kita lalui bersama dengan prestasi yang sudah di ukir. Jika ingin PGD dijadikan  agenda rutin daerah, mohon siapkan draf raperda tentang penetapan PGD sebagai agenda rutin daerah, sama dengan hari jadi Kota Sintang,” kata dia.

“Saya juga menyampaikan, bahwa belum selesainya pembangunan Betang Tampun Juah karena terbatasnya anggaran. Tahun ini akan kita lanjutkan pembangunan dan penataan Betang dan halamannya. Masih banyak yang akan kita bangun di sekitar Betang Tampun Juah yang masih memerlukan dukungan. Tahun depan, Betang Tampun Juah harus bisa kita resmikan saat pelaksanaan PGD,” terang Askiman.

Dalam kesempatan tersebut, wabup menjelaskan persyaratan masyarakat Dayak untuk bisa disebut masyarakat adat seperti memiliki norma kesopanan, wilayah adat, lembaga adat, lembaga hukum adat, kebiasaan adat yang masih dilakukan dan sebagainya.

Herkulanus Roni selaku Sekretaris DAD Kabupaten Sintang menjelaskan, PGD merupakan agenda rutin DAD Kabupaten Sintang untuk mengangkat seni dan budaya Dayak.

“Gawai merupakan ungkapan syukur atas rezeki, hasil panen dan selesainya proses berladang. Gawai dilaksanakan sejak turun-temurun di kampung. Namun sejak organisasi DAD terbentuk, mulai dikoordinir di tingkat kabupaten. Tahun ini tuan rumah gawai adalah DAD Sungai Tebelian yang diwakili sub suku Dayak Linoh,” terang Herkulanus Roni.

“Terima kasih kepada Pemda Sintang yang sudah membantu DAD dalam melaksanakan gawai Dayak ini. Saya berharap Pemkab Sintang membuat perda tentang penetapan gawai Dayak sebagai agenda rutin daerah. Seperti di Pemprov Kalbar, sudah menetapkan tanggal 20 Mei sebagai hari pelaksanaan gawai Dayak dan masuk sebagai agenda rutin daerah,” harap Herkulanus Roni. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda