Sekda Tapsel: Mari Wujudkan SDM Kuat, Terampil dan Cakap

226

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Syahrul M. Pasaribu mengajak seluruh stakeholder menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional sebagai langkah mewujudkan SDM yang kuat, terampil dan cakap.

Hal itu bupati katakan melalui Sekda Tapsel Parulian Nasution yang bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan Parade, Kantor Pemerintah Tapsel, Jalan Prof Lafran Pane, Sipirok, Kamis (2/5/2019).

Membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, Parulian menyebut bahwa bangsa Indonesia baru saja melewati puncak perhelatan pemilihan umum (pemilu) serentak 17 April 2019 lalu, yang prosesnya masih berlanjut menuju penentuan akhir pada tanggal 22 Mei 2019.

Dilihat dari sudut pandang pendidikan, kata Parulian, pemilu harus menjadi proses pembelajaran bagi setiap warga negara. Karena terbentuknya warga negara yang demokratis merupakan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.

Oleh karena itu, Kemendikbud telah memberi perhatian khusus untuk pendidikan di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal. Bahkan juga telah memberi perhatian khusus kepada pendidikan anak-anak Indonesia yang berada diluar batas negara, seperti anak-anak keturunan Indonesia yang berada di Sabah dan Sarawak, negara bagian Malaysia.

Sebagaimana telah disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam banyak kesempatan, bahwasanya perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia pada sektor pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan tema Hardiknas tahun 2019, yaitu ‘menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan’.

Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumber daya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

Selaras dengan itu, dalam konteks kebudayaan, posisi kebudayaan sebagai basis pendidikan nasional semakin kukuh dengan disahkannya Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan serta kongres kebudayaan tahun 2018, yang diharapkan semakin meningkatkan ketahanan budaya serta meningkatkan peran di tengah peradaban dunia.

“Kita yakin bahwa kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan kita kuat. Begitu pula sebaliknya, jika pendidikan kita subur dan rindang, akar kebudayaan akan lebih menghujam di tanah tumpah darah Indonesia,” tegas Parulian.

Jadi perlu diingatkan agar seluruh daerah harus mengambil peran yang lebih aktif dalam memanfaatkan dana APBN baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan memperhatikan kualitas pemanfaatan untuk program-program prioritas serta APBD yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20%.

“Oleh karena itu, melalui momentum Hardiknas ini, mari kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumber daya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, terampil dan cakap yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif,” ujar Parulian.

Pada kesempatan itu, Parulian juga menyerahkan hadiah kepada siswa siswi pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan calistung tingkat SD dan OSN tingkat SMP.

Hadir dalam upacara peringatan Hardiknas antara lain para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD se-Kabupaten Tapsel, jajaran Dinas Pendidikan, para guru, pengawas, pelajar dan Satpol PP Kabupaten Tapsel. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda