Sekda Tapsel di Rakernis: Sinergi yang Baik Minimalisir Konflik Pemilu

243

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Parulian Nasution turut hadir dalam rapat kerja teknis (rakernis) evaluasi penanganan pelanggaran pemilu tahun 2019.

Rakernis dengan tema ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’ ini digelar di aula MAN 2 Model Padangsidimpuan, Jalan Sutan Soripada Mulia, Kota Padangsidimpuan, Jumat (1/11/2019) malam.

Turut Hadir Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, Kajari Tapsel, Wakapolres Padangsidimpuan Kompol, mewakili Kapolres Tapsel, Kaban Kesbangpol Tapsel Hamdy S. Pulungan, dan seluruh Ketua Bawaslu kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

“Selamat dan sukses atas terselenggaranya rakernis. Sekalipun tugas dari Bawaslu terbilang berat di perhelatan pemilu, namun semua bisa dikerjakan dengan baik melalui sinergi semua aparatur terkait,” ujar sekda.

Kedepan, sekda berharap agar Bawaslu semakin lebih baik lagi. Kinerja Bawaslu sejauh ini, layak diaresiasi. Mengingat kemampuan secara profesional dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi, baik di pilpres, pemilu DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

“Pada tahun 2020, Kabupaten Tapsel akan melaksanakan pilkada. Kiranya Bawaslu bersama pemda dapat menjalin komunikasi, konsultasi serta koordinasi yang baik sehingga bisa meminimalisir apabila terjadinya konflik,” harap sekda.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja menuturkan, baru tahun inilah, dimana sengketa pemilu begitu dinantikan oleh warga, di tingkat nasional dan provinsi. Masyarakat sekarang menunggu sidang sengketa di Bawaslu untuk ditonton.

Masyarakat ingin keterbukaan dalam penyelesaian sengketa. Dan, semua itu dipertontonkan kecuali mediasi. Karena, itu, kita tidak ingin ada dusta di antara Bawaslu. Proses sesuai fakta. Apa yang dibuka dalam sidang, itu yang diproses.

“Selain melakukan transparansi pada semua proses penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa, Bawaslu juga konsisten berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi pada saat pemilu,” kata Rahmad Bagja.

Contohnya, KPU menciptakan sistem informasi pencalonan (silon), sistem informasi penghitungan suara (situng), dan sistem informasi lainnya. Tetapi, Bawaslu yang menyelesaikan masalah yang terjadi akibat Silon, Situng, Sipol dan sistem KPU lainnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Syafrida R Rasahan menerangkan, kegiatan ini merupakan langkah evaluasi dalam pengawasan pemilu. Sebagai pengawas pemilu, dalam proses pemilu dan perlu melakukan perbaikan-perbaikan.

“Sebanyak 428 laporan dan temuan, 24 putusan pengadilan, ada 41 sengketa terkait politik uang di Sumatera Utara. Bawaslu harus menjalankan amanat UU No. 7 tahun 2017, karenanya perlu perbaikan-perbaikan demi mewujudkan pemilu yang luber dan jurdil,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pemkab Tapsel melalui Sekda menyerahkan SK tentang Hibah Tanah untuk Sekretariat Bawaslu Tapsel kepada Sekjen Bawaslu RI, serta pemberian cinderamata (kain tenun khas Sipirok) kepada anggota Bawaslu RI dan Ketua Bawaslu Provsu. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda