Sampah Jadi Listrik, Mukhlis Basri: Lampung Siap Bertransformasi Menuju Eneri Bersih

1

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Inovasi pengolahan sampah menjadi energi listrik yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah pusat mendapat apresiasi penuh dari berbagai pihak. Program tersebut dinilai sebagai solusi cerdas dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus kebutuhan energi di daerah.

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mukhlis Basri, menyebut proyek ini sebagai langkah luar biasa karena mampu mengubah persoalan sampah menjadi peluang strategis bagi masyarakat.

“Luar biasa, keren. Kita mendukung penuh dan mengapresiasi inovasi ini. Sampah yang selama ini menjadi masalah ternyata bisa menjadi peluang besar,” ujar Mukhlis Basri saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, teknologi Waste to Energy (WTE) merupakan langkah maju yang harus terus dikembangkan. Ia berharap implementasi teknologi tersebut tidak hanya berfokus di kawasan aglomerasi Lampung Raya, tetapi juga dapat diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Mukhlis menilai proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) memiliki dua manfaat utama, yakni memperbaiki kualitas lingkungan dan membantu pemenuhan kebutuhan energi listrik di Lampung.

“Ketika sampah menghasilkan listrik, ini membantu mengatasi kekurangan pasokan energi. Sesuatu yang tadinya masalah, kini jadi peluang,” tegasnya.

Dari sisi legislatif, pihaknya memastikan akan memberikan dukungan penuh, baik melalui kebijakan maupun dukungan politik, agar proyek strategis tersebut berjalan sesuai target yang telah direncanakan.

“Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mendukung. Groundbreaking direncanakan November 2026 dan tentu kita akan mengawal penuh,” pungkasnya.

Proyek PSEL Lampung Raya merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah pusat, dan Danantara Indonesia. Proyek ini dirancang mampu mengolah lebih dari 1.100 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 20–25 MW.

Energi yang dihasilkan diperkirakan mampu menerangi sekitar 15.000 rumah tangga. Selain itu, proyek ini juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui pembukaan ratusan lapangan kerja baru sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih di Provinsi Lampung. Dengan dimulainya proyek tersebut, Lampung bersiap bertransformasi menjadi provinsi yang lebih hijau, modern, dan mandiri dalam sektor energi. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda