Retas Akun FB Milik Anggota Polisi, Oknum Pelajar SMK di Kayuagung Ini Masuk Bui

1091

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Oknum pelajar SMKN 3 Kelas XII Jurusan Teknik Komunikasi Jaringan (TKJ) di Kayuagung Ogan Komering Ilir (OKI) berinisial J (17), setidaknya sudah lima (5 kali melakukan aksi peretasan akun Facebook. Namun naas bagi warga Jalan Seriang Kuning Kelurahan Kutaraya Kayuagung OKI ini, hingga akhirnya diamankan polisi.

Hal tersebut karena sasaran peretasan terakhir yang dilakukannya ternyata milik anggota polisi Wayan Wijaya yang bertugas di Polrestabes Makassar. Wayan sendiri merupakan pemilik Lembaga Info Kejadian Makassar Kota (L-IKMK) yang memiliki ribuan anggota.

J ditangkap di Jalan Muchtar Saleh Kayuagung depan Bank BNI Kayuagung OKI pada Selasa (23/7/2019) lalu. Hasil dari pengembangan, setelah sehari sebelumnya, Tim Siber Ditreskrimsus Polda Sulsel dibantu oleh personel Tim Siber Polda Sumsel terlebih dulu mengamankan Dicky Arwanda (23), warga Jl. KH. Wahid Hasyim, Lorong Syailendra Kota Palembang.

Kasubdit V Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, AKBP Musa Tampubolon mengatakan, dari hasil penyelidikan terhadap pelaku, setidaknya 5 akun jadi korban peretasannya.

“Pelaku mengincar akun facebook admin grup. Termasuk L-IKMK dengan jumlah anggota di dalam kurang lebih 620.000 anggota,” ujar AKBP Musa Tampubolon, di Polda Sulsel, Selasa (30/7/2019).

Aksi peretasan yang dilakukan oleh J, sasarannya adalah akun facebook atau admin grup di facebook, yang memiliki anggota yang tergabung dalam jumlah yang banyak.

“Pelaku akan menawarkan kembali akun tersebut kepada pemilik/admin dengan harga mahal. Apabila tidak terjadi kesepakatan dengan pemilik akun, barulah pelaku menawarkan kepada pihak lain,” jelasnya.

Semua akun facebook yang diretas oleh J, dibeli oleh Dicky Arwanda (23) dengan harga keseluruhan grup sebesar Rp1 juta.

“Setelah itu, Dicky kembali menjual akun tersebut kepada pihak lain dengan memperoleh keuntungan sebesar 2 hingga 3 kali lipat dari harga yang dibelinya. Dalam kegiatan transaksi jual beli akun facebook grup ilegal ini, para pelaku menggunakan jasa pihak ketiga yaitu jasa rekening bersama,” ungkapnya.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kayuagung, Maryono mengatakan, sejak enam hari lalu J tidak masuk sekolah tanpa keterangan.

Ia juga mengatakan telah didatangi wali murid atas nama J, Rabu (31/7/2019). Kedua orangtua meminta anaknya tidak dikeluarkan dari sekolah.

“Orang tuanya minta agar anaknya tidak dikeluarkan dari sekolah. Mereka masih berusaha mengurus J,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan OKI Muhamad Amin mengaku belum mendapat informasi terkait hal ini. Terlepas dari itu, ia mengungkapkan keprihatinannya.

“Kami menyayangkan peristiwa ini. Padahal siswa itu memilki keahlian, tetapi salah jalan, sehingga harus berurusan dengan hukum,” terangnya, Kamis (1/8/2019).

Amin mengatakan, hampir setiap saat pihaknya menghimbau siswa agar terhindar jeratan undang-undang ITE seperti kejadian ini.

“Melalui sekolah masing-masing kami terus berikan himbauan, termasuk juga dalam menggunakan ponsel pintar jangan sampai berlebihan hingga mengganggu pelajaran,” terangnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda