Resmikan PLTMH, Bupati Tapsel Minta Warga Hindari Babat Hutan

471
Bupati Tapsel bersama warga penerima manfaat PLTMH.

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M. Pasaribu resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Migro Hydro (PLTMH) di Lingkungan 5 Kelurahan Raniate Kecamatan Angkola Sangkunur, Sabtu (29/2/2020).

Peresmian PLTMH ini dihadiri Kadis Pendidikan, Kadis Perizinan, Kaban Kesbangpol, Kadis Perindustrian, Kaban BPKPAD, Kadis Tarukim, Kabag Umum, Kabag Tapem, Kabag Humas dan Protokol, dan Camat Angkola Sangkunur.

Bupati meminta masyarakat setempat untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan dan jangan membabat hutan disekitar PLTMH, agar pembangkit tetap awet dan berkesinambungan. Karena apabila air menipis maka turbin tidak akan bisa memutar.

“Maka dari itu mulai hari ini, jaga dan lestarikan hutan kita. Kalau tidak dijaga, maka kelak tidak akan ada jaminan air bagi anak cucu kita,” kata bupati dan menegaskan pemasangan instalasi ke rumah warga tidak dikenakan pungutan karena ini adalah bantuan pemerintah pusat.

Dengan dibangunnya PLTMH, harap dia, kiranya masyarakat dapat mempergunakan seperlunya. Kepada para orang tua selayaknya akan lebih giat mengajari anaknya yang bersekolah pada malam hari, serta menambah semangat warga.

Kadis Perindustrian Tapsel, Zulfahmi menyebut, PLTMH memanfaatkan turbin yang digunakan untuk ketinggian menengah dengan debit air sedang dan memakai peralatan penyeimbang. PLTMH merupakan bantuan pemerintah pusat.

Alat penyeimbang berguna menstabilkan arus listrik masuk dan keluar yang dihasilkan dari pembangkit atau generator PLTMH. Debit air sungai memutar turbin cross flow cukup dengan kapasitas 350 liter air per detik dengan memanfaatkan aliran Aek Sabatang Menek.

“Prosesnya debit air yang ditampung ke dalam bak penenang, kemudian saluran air terbuka dan mengalir menuju bak penenang. Kemudian dialirkan melalui pipa guna memutar turbin pembangkit PLTMH yang berada di power house (PH),” jelas Zulfahmi.

Proyek PLTMH ini, sambung dia, menelan biaya sebesar Rp3 miliar dan menghasilkan tenaga listrik 20 kilowatt atau 20.000 watt, dan tenaga listrik itu diperuntukkan penerangan 235 rumah hunian kepala keluarga (KK) setempat. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda