Rekrutmen THL RSUD Tapsel Cendurung Tanpa Keterbukaan

625
Peserta ujian tulis dan wawancara calon THL RSUD Tapsel tampak tengah mengantri, menunggu nama masing-masing dipanggil, Jumat (10/1/2020).

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Rekrutmen Tenaga Harian Lepas (THL) penugasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) cenderung dilaksanakan tanpa keterbukaan. Masyarakat mengaku, tidak tahu-menahu akan adanya rekrutmen tersebut.

“Sebagai masyarakat, kita tidak tahu apa tujuan penerimaan THL tersebut. Kemudian, apakah sudah ada sebelumnya pengumuman secara terbuka terkait rekrutmen THL itu,” kemuka Plt. Ketua DPD AMPI Tapsel, DR Zulfendri M.Kes, Jumat (10/1/2019), di Sipirok.

Etisnya, kata Zulfendri, rekrutmen THL yang disebutkan untuk mengisi formasi tahun 2020 itu disampaikan secara terang benderang ke masyarakat. Apalagi, jikalau penerimaan THL menggunakan APBD Kabupaten Tapsel yang notabene uang rakyat.

“Banyak sekali tenaga kesehatan yang ada di Tapsel yang dapat dipekerjakan sebagai THL. Lalu mengapa tidak ada informasi terbuka?. Atau mungkin sengaja digelar secara tertutup agar masyarakat banyak tidak bisa mengikuti ataupun ikut berkontestasi,” tanya dia.

Tiba-tiba saja, hari ini (Jumat), ujian tulis dan tes wawancara THL RSUD Tapsel 2020 sontak digelar di Madrasah Tsanawiyah Bagas Godang, Sipirok. Prosesinya pun tergolong sangat cepat, dimana ratusan peserta hanya diseleksi dalam durasi waktu 2 jam saja.

“Bagaimana mungkin 120 orang di testing cuma dalam 2 jam dan selesai. Itu sangat luar biasa dan menurut saya diluar ambang normal. Atau barangkali ujian serta tes wawancara itu hanya sekedar formalitas saja,” tanya Zulfendri lagi.

Sambung dia, bila dugaan itu benar dan nyata adanya, maka ini merupakan preseden buruk dalam penerimaan THL di Pemkab Tapsel. Ini sangat kontradiktif dengan ketegasan bupati, yang dikenal concern akan transparasi publik.

Terpisah, Kepala UPT RSUD Tapsel drg Firdausi Batubara, yang coba dikonfirmasi awak media menyampaikan, dia sedang dalam perjalanan menuju Sumatera Selatan. “Lebih baik langsung ketemu Kepala Tata Usaha (KTU),” kilahnya.

Awak media yang mengikuti petunjuk Kepala UPT RSUD Tapsel pun mencoba menemui KTU dimaksud di lokasi, tetapi tidak berhasil. Hal ini disebabkan faktor kesibukan KTU yang tampak ikut melakukan tes wawancara kepada peserta, di salah satu ruangan RSUD.

Antrian panjang peserta terlihat berkelompok di lorong-lorong RSUD, diduga menunggu nama masing-masing dipanggil. Dan, pada akhirnya upaya mengkonfirmasi KTU terhenti, manakala salah satu staf melarang seraya menutup pintu. Peserta juga enggan dikonfirmasi. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda