Puisi ‘Tabagsel Najeges’ di Pameran FBO2T

652
Febiano, santri kelas VIII Ponpes Darul Ikhlas H. Manap Siregar membacakan puisi bertajuk 'Tabagsel Nejeges' di pameran FBO2T, di Alaman Bolak Padang Nadimpu, Padangsidimpuan, Kamis (19/12/2019).

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – ‘Tabagsel Najeges’, begitu judul dari untaian puisi yang diperdengarkan Febiano terhadap ratusan pengunjung Festival Budaya Oleh-oleh Tabagsel (FBO2T), di Alaman Bolak, Padang Nadimpu, Jalan Sudirman, Padangsidimpuan, Kamis (19/12/2019) sore.

Santri kelas VIII Ponpes Darul Ikhlas H. Abdul Manap Siregar, Desa Goti, Sidimpuan Tenggara itu begitu lancarnya membawakan bait per bait puisi tentang mutu manikam Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) di luar kepalanya. Satu persatu daerah yang ada di Tabagsel, dia ulas dan kemas dalam puisi yang pada tiga hari ke belakang disusun rapi olehnya.

Keikutsertaan Ponpes Darul Ikhlas H. Abdul Manap di even FBO2T tahun ini merupakan kali kedua sejak digelar tahun 2017 oleh Yayasan Festival Oleh-oleh Tabagsel. Disini, para pelaku UMKM dan investor dipertemukan. Tujuannya, untuk mengenalkan aneka produk kerakyatan. Termasuk budaya, kuliner (panganan), kerajinan tangan, dan beragam potensi Tabagsel lainnya.

Selain menyediakan sejumlah stand bagi para pelaku UMKM, panitia FBO2T juga melibatkan pemerintah daerah dan swasta. Diharapkan, setiap pagelaran akan terjadi kolaborasi, tukar informasi antara kedua belah pihak. Sehingga, produk-produk yang dinilai perlu dikembangkan akan tereksploitasi secara baik, demi kemajuan Tabagsel dan juga masyarakatnya.

Di even FBO2T yang mengusung tema ‘Bersinar Menjangkau Nusantara dan Dunia’ ini sengaja disemarakkan dengan berbagai penampilan maupun atraksi bernuansa kedaerahan. Seperti halnya pembacaan puisi yang oleh Febiano, ini merupakan satu jenis dari sekian banyak yang mereka tampilkan. Lainnya ada pula pencak silat, tari-tarian, stand up comedy, dan lainnya. (Anwar)

Berikut penggalan puisi ‘Tabagsel Najeges’ yang dibawakan Febiano

‘Tabagsel Najeges’

Setahun yang lalu kita berkumpul di tempat dan lokasi yang sama, untuk menjajakan keelokan dan keindahan Tabagsel Najeges (Indah).

Dari puncak Simarsayang, kita memandang akan indahnya Kota Padangsidimpuan, sembari menikmati Dodol Salak Ketan yang menjadi oleh-oleh khas Kota Padangsidimpuan.

Bolu Salak Kenanga, khas Kota Padangsidimpuan. Sirup Salak Agrina, khas Tapanuli Selatan. Kipang serupa tapi tak sama, khas Panyabungan. Semua itu akan kita dapatkan di Festival Oleh-oleh Tabagsel.

Oh Tabagsel Najeges..

Bagi kita di Sidimpuan, disuguhkan oleh goreng pisang dengan ketan, ditambah lagi dengan Toge dari Panyabungan yang membuat kenikmatan yang tiada tara.

Makan siang di Padang Bolak, akan kita dapatkan kenikmatan holat dengan pakkat, bolut nadi rondang dari Panyabungan, silalat nadi duda sian Tapanuli Selatan.

Kota Padangsidimpuan adalah nama lain dari Bumi Dalihan Natolu, terdiri dari mora, kahanggi dan anakboru.

Kota Salak kota berduri adalah kota pendidikan. Di sini kita melihat, betapa sungguh-sungguhnya para pemuda dalam menunut ilmu. Dan, kesungguhan merekalah yang membuat kota ini menjadi kota terpelajar, yang kaya akan budaya dan tradisi.

Dari penjuru kota, orang datang beramai-ramai untuk memenuhi kewajibannya menuntut ilmu. Karena kota ini adalah kota pendidikan. Di penghujung Sidimpuan, tepatnya di Sidimpuan Tenggara, berdirilah sebuah bangunan kokoh nan megah, yang menyimbolkan aroma-aroma Islami. Ialah Ma’had Darul Ikhlas.

Bagaimana Menurut Anda