PN Kayuagung Sosialisasikan e-Court dan e-Litigasi

355

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung sosialisasikan e-Court dan e-Litigasi serta Perma Nomor 1 Tahun 2019 kepada instansi di ruang lingkup Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), advokat, insan pers dan masyarakat, Kamis (19/12/2019).

Kegiatan yang digelar di salah satu ruang sidang ini, dipimpin langsung oleh Ketua PN Kayuagung Eddy Daulata Sembiring SH MH, dimana dalam kesempatan itu didampingi jajarannya, salah satunya Humas PN Firman Jaya, SH.

“e-Court adalah layanan bagi pengguna terdaftar untuk pendaftaran perkara secara online, mendapatkan taksiran panjar biaya perkara secara online, pembayaran secara online dan pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik,” kata Eddy menjelaskan.

Pengertian lain dari e-Court, kata Eddy lagi, sebuah instrumen pengadilan sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat dalam hal pendaftaran perkara, taksiran panjar biaya, pembayaran biaya panjar, pemanggilan dan persidangan secara online mengirim dokumen persidangan (replik, duplik, kesimpulan, jawaban).

“Keuntungan melalui e-Court, menghemat waktu dan biaya dalam proses pendaftaran perkara, pembayaran biaya panjar dapat dilakukan melalui Briva, dokumen terarsip secara baik juga dapat diakses dari berbagai lokasi dan media serta proses temu kembali data yang lebih cepat,” ungkap Eddy.

Dengan diberlakukannya Perma Nomor 1 Tahun 2019, masih kata Eddy, modernisasi sistem peradilan tidak hanya sebatas kepada administrasinya semata, namun telah masuk pada persidanganya pula.

“Atas adanya Perma Nomor 1 Tahun 2019 tersebut, terjadi pengembangan e-Court menuju e-Litigasi yang melibatkan pengembangan SIPP sebagai aplikasi manajemen perkara di Pengadilan Tingkat Pertama,” ungkap Eddy.

Lanjut Eddy, melalui e-Court dan e-Litigation ini begitu biasa warga peradilan menyebutnya, modernisasi sistem peradilan tidak hanya terbatas pada e-Filling, e-SKUM, e-Payment, e-Summon, namun masuk pada wilayah e-Litigation atau persidangan secara elektronik pula.

“Layanan e-Court e-Litigation ini sendiri, bukan hanya dapat digunakan oleh advokat, tetapi banyak kalangan dapat menikmatinya. Karena ada penambahan jenis pengguna, untuk perorangan, pemerintah dan badan hukum dengan mekanisme persyaratan didaftar oleh petugas pengadilan,” ujar Eddy.

Berkenaan dengan implementasi e-Court dan e-Litigation, maka dengan ini disampaikan hal – hal sebagai berikut. Lanjut Eddy, untuk pengajuan upaya hukum masih belum diakomodir melalui e-Court, silahkan ajukan upaya hukum melalui bagian PTSP Pengadilan.

“Demikian juga untuk permohonan eksekusi hanya dapat diajukan melalui bagian PTSP Pengadilan dan tidak dapat dilakukan melalui e-Court. Begitu juga untuk verzet dan intervensi hanya dapat diajukan melalui bagian PTSP Pengadilan,” tandas Eddy.

Perkara Prodeo tidak dapat diajukan melalui atau menggunakan e-Court, tambah Eddy, karena saat ini e-Court hanya khusus bagi perkara perdata saja. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda