Prihatin Makanan Khas Sumsel Kalah Tenar dengan Serbuan Kuliner Luar Daerah

188

PALEMBANG, BERITAANDA – Prihatin melihat Sumsel diserbu produk kulinernya luar Palembang, mulai dari makanan berat, makanan ringan hingga sambal, membuat Ika dan suaminya tergerak mengangkat produk lokal agar juga dikenal luas. Oleh sebab itulah, sejak dua bulan lalu, Ika dan suaminya berkreasi membuat kuliner khas Sumsel, yakni bekasam dan rusip.

Bekasam adalah produk olahan ikan yang difermentasi menjadi lauk yang biasanya diolah dengan cara ditumis bersama bumbu sambal lainnnya. Makanan ini menimbulkan cita rasa asam dan asin, karena perpaduan asam dari permentasi ikan dengan nasi yang digabung dengan garam. Makanan ini populer ditemui di sejumlah daerah di Sumsel yang cocok dikombinasikan dengan sayuran atau lalapan dengan nasi hangat.

“Efek corona jadi kreatif berpikir mau masak apa karena olahan ayam, ikan atau daging sudah biasa sehingga mencari yang khas, jadi muncul membuat bekasam,” ujar Ika, Jumat (10/7/2020).

Usaha bekasam yang diberi nama sambal dusun TJ Pastel ini sudah dimulai sejak dua bulan lalu. Satu bulan bisa memproduksi 10 kilo ikan sungai sebagai bahan bakunya atau 500 botol. Ikan sungai yang dijadikan bahan utama bekasam, yakni ikan lambak atau sejenis ikan betino ukuran kecil, ikan sepat juga seluang. Semua ikan ini asli ikan air tawar yang mudah dijumpai di Sumsel.

Ika kemudian memproduksi bekasam ini bukan cuma sebagai bekasam mentah saja, tapi dibuat menjadi bekasam siap santap yang sudah dimasak bersama bumbu cabai, bawang, garam, dan penyedap kaldu jamur. Sambal ini dibuat tanpa menggunakan pengawet, sehingga hanya bisa bertahan 4 hari di suhu ruangan dan 2 bulan jika disimpan dalam freezer.

Sementara itu rusip udang dan rusip ikan dia beli dari Bangka, kemudian dimasak menjadi sambal siap santap, juga sama seperti bekasam, sehingga praktis tinggal makan bersama nasi dan lauk juga lalapan.

Sambal ini dijual dalam botol ukuran 200 ml yang dibandrol Rp30 ribu per botol. Hingga kini sambal dusun bekasam dan rusip ini sudah terjual secara online hingga luar kota ke Jakarta, Yogyakarta, Jambi, Lampung, Bengkulu dan kota lainnya.

“Biasanya yang beli tetap orang asli Sumsel untuk mengobati kangen makanan ini, karena dirantau tidak tersedia. Selain itu kita hadirkan juga agar jadi sambal asli di rumah sendiri, dikenal dengan produk sendiri,” ujar wanita berhijab itu. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda