Presiden Resmikan Tol Kayuagung-Palembang, Bupati OKI Akan Maksimalkan Peluang Kehadiran Tol Trans Sumatera

51
Presiden Jokowi, Gubernur Sumsel dan Bupati OKI berbincang usai peresmian tol Kayuagung-Palembang.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Presiden Jokowi meresmikan tol Kayuagung-Palembang sepanjang 42,5 Km. Menurut Jokowi, keberadaan jalan tol bukan hanya untuk konektivitas antar wilayah, tapi juga membangkitkan perekonomian bagi daerah yang dilintasi.

Jokowi yakin akan banyak peluang yang terbuka dan menguntungkan dengan adanya proyek infrastruktur ini. “Sehingga aktivitas bisnis bisa dilakukan dengan biaya yang bersaing dengan provinsi lain, bersaing dengan negara lain,” papar Jokowi saat peresmian di pintu tol Keramasan, Selasa (26/1).

Jokowi meminta kepala daerah yang wilayahnya dilintasi tol agar mampu menghubungkan sentra-sentra ekonomi, pariwisata, kawasan industri, sentra pertanian, hingga sentra perkebunan ke jalur lintas tol trans Sumatera.

“Ini adalah tugas pemerintah provinsi, tugas pemerintah daerah,” kata Jokowi.

Bupati Ogan Komering Ilir H. Iskandar, SE mengatakan, sebagaimana harapan Presiden Jokowi, OKI akan memaksimalkan peluang kehadiran tol trans Sumatera yang melintasi wilayah ini, agar dapat meningkatkan investasi pembangunan daerah di Bumi Bende Seguguk.

Bupati Iskandar mengatakan dengan adanya investasi pembangunan daerah, masyarakat bisa mendapat manfaat, baik ekonomi maupun sosial. “Kehadiran tol ini mampu meretas jarak, menumbuhkan iklim investasi dan berdampak signifikan terhadap ekonomi dan sosial masyarakat OKI,” ujar bupati dua periode itu.

Iskandar menyebut sejak dibangun dan dioperasikan jalur bebas hambatan ini mampu mendongkrak investasi di OKI hingga 210 persen pada 2020 lalu. “Salah satunya ada kontribusi tol trans Sumatera untuk iklim investasi di OKI sejak masa kontruksi hingga operasional, hingga investasi kita realisasinya bisa 210 persen pada tahun lalu,” terang Iskandar.

Adanya jalan tol dan berbagai sarana infrastruktur primer untuk pembangunan ekonomi wilayah, menurut Iskandar, memang diperlukan bagi daerah agar daerah dapat memanfaatkannya dengan upaya-upaya pengembangan hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan, mendorong pariwisata lokal, dan membantu para pelaku UMKM.

“Secara umum diperlukan bukan dalam konteks mengatasi kemacetan, melainkan lebih kepada aspek distribusi logistik dan daya ungkit potensi ekonomi lokal,” terangnya.

Iskandar juga mengucap terimakasih kepada pemerintah yang menyediakan infrastruktur, mengkoneksikan antar daerah secara lebih cepat dan mudah

“Tinggal bagaimana kita [pemerintah daerah] bisa lebih cepat lagi memacu pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing agar produktif dengan memanfaatkan jalan tol yang sudah dibangun pemerintah,” tutupnya. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda