Prajurit Petarung Brigif 4 Marinir/BS Gelar Upacara HUT TNI AL ke-74

432

PESAWARAN-LAMPUNG, BERITAANDA – Brigade Infanteri 4 Marinir/BS melaksanakan upacara HUT TNI AL ke-74 tahun 2019, di Lapangan Mako Yonif 7 Marinir, Ketapang Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Selasa (10/9/2019).

Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Ahmad Fajar melalui Wakil Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS Letkol Marinir Datuk Sinaga yang bertindak selaku inspektur upacara, dan Kapten Marinir Gardika bertindak selaku komandan upacara pada upacara peringatan HUT TNI AL ke-74 tersebut.

Dalam Amanat Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, SE MM yang dibacakan oleh Wadanbrigif 4 Marinir/BS menyampaikan, TNI Angkatan Laut (AL) telah menunjukkan jati dirinya sebagai komponen pertahanan negara yang tangguh di tengah perubahan lingkungan strategis yang kian dinamis.

Ancaman tradisional dan non-tradisional pada lingkup nasional dan regional menuntut perhatian terus-menerus dan tindakan mitigasi yang tepat. Selama ini pula, TNI AL telah secara aktif terlibat dalam menjamin kepentingan Maritim Indonesia, terutama pada pelaksanaan tugas sesuai amanat Undang-Undang.

Sesuai Pasal 9 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, telah diatur 5 (lima) tugas Angkatan Laut, yakni bidang pertahanan matra laut, penegakan hukum dan keamanan maritim, diplomasi maritim, pembangunan dan pengembangan kekuatan maritim, dan pembinaan wilayah pertahanan laut. Beberapa langkah dan strategi baru telah diterapkan, agar secara efektif dapat memenuhi komitmen kita kepada bangsa dan negara. Komitmen ini ditujukan untuk membuat struktur kekuatan angkatan laut agar lebih efisien dan selalu berorientasi pada hasil serta kesiapan operasi.

Saat ini, berbagai alutsista TNI, baik berupa kapal perang dan pesawat udara patroli maritim sedang dibangun. Hal ini merupakan suatu kebanggaan bahwa industri pertahanan dalam negeri turut berkontribusi besar dalam membangun kemampuan tempur tni angkatan laut.

Kekuatan tempur AL semakin bertambah dengan masuknya Perusak Kawal Rudal (PKR) kelas Raden Eddy Martadinata, heli anti kapal selam, kapal selam kelas Nagapasa, kapal patroli, kapal angkut pasukan, perlengkapan tempur marinir dan peningkatan kekuatan pendukung, seperti kapal rumah sakit dan pangkalan-pangkalan AL.

Selaras dengan visi pemerintah lima tahun ke depan, area yang menjadi fokus utama untuk TNI AL tahun ini adalah peningkatan pembangunan sumber daya manusia. Karena tingginya tingkat profesionalisme dan komitmen yang ditunjukkan oleh prajurit dan PNS TNI AL dengan jelas merupakan bekal pokok di jalur kemajuan bangsa Indonesia.

Kebijakan pembangunan TNI AL ke depan, selain untuk mencapai kesiapan operasional, juga diarahkan pada peningkatan profesionalisme personel. Lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan di lingkungan AL harus mampu membangun karakter prajurit yang mampu menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan tugas serta memiliki kejuangan yang tinggi, sehingga mampu menghadapi perubahan dan persaingan dunia yang semakin ketat yang membutuhkan kualitas SDM yang tepat.

“Kedepan, kita membutuhkan SDM yang menguasai keterampilan dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi keangakatanlautan (naval technology) sekaligus berbudi pekerti luhur dan berkarakter kuat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut, para Perwira Staf Brigif 4 Mar/BS, Danyonif 7 Mar, Danyonif Yonif 9 Mar, Dankima Brigif 4 Mar/BS dan perwira jajaran Brigif 4 Marinir/BS, serta prajurit Brigif 4 Marinir/BS wilayah Lampung. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda