Polres OKI Ungkap Kasus Pedofil yang Terjadi di Lempuing Jaya

1919

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Jajaran Polres Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan berhasil mengungkap kasus pedofilia di wilayah hukumnya. Pelakunya AR (27), warga Desa Muara Burnai II Kecamatan Lempuing Jaya yang tega menyodomi seorang anak laki-laki usia 10 tahun hingga berkali-kali.

Sejak tahun 2018 hingga saat ini, pelaku juga sudah melakukan aksi bejatnya tersebut di berbagai lokasi seperti pinggir sungai, sawah, kebun dan dalam rumah, bahkan gorong – gorong bawah jembatan area persawahan.

Pelaku yang kesehariannya bekerja mencari barang rongsokan ini sedikitnya telah 10 kali sodomi korbannya RY yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Hingga akhirnya, perilaku menyimpang pria yang diketahui pernah menjalani hidup berumah tangga selama 11 bulan tersebut terbongka, setelah korban yang sempat hilang selama dua hari dibawa pelaku. Sekembalinya ke rumah dan ditanya orangtuanya, mengakui telah disodomi oleh pelaku.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Prihardinika, saat press release di Mapolres OKI, Senin (30/9/2019) menjelaskan, mulanya kita mendapat laporan tentang adanya dugaan pencabulan terhadap anak usia 10 tahun di Lempuing Jaya.

“Atas laporan tersebut, kemudian tim melaksanakan penyelidikan dan pada hari yang sama juga berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial AR di rumahnya. Tetapi sebelum tertangkap, mungkin karena telah dapat kabar hingga bersangkutan sudah bersiap – siap untuk melarikan diri,” kata Kapolres.

Untuk kronologis kejadian terakhir dilakukan oleh tersangka, kata dia lagi, pada Jumat (13/9/2019) lalu sekira pukul 17.00 Wib. Pelaku bertemu dengan korban di tengah jalan, lalu diajak makan, main Play Station dan iming-imingi uang. Hingga selama dua hari, yaitu Sabtu – Ahad, korban bersama pelaku.

“Di sela selama dua hari ini, pelaku cabuli (sodomi – red) korban sekira pukul 20.00 Wib di gorong-gorong bawah jembatan area persawahan. Dan setelah ditangkap, menurut pengakuan pelaku telah sebanyak 10 kali melakukan perbuatan yang sama terhadap korban di lokasi berbeda-beda,” ujar dia.

Dan 7 kali sebelumnya korban tidak mau menceritakan, masih kata dia, namun 3 kali terakhir ini, saat dikembalikan oleh pelaku pada hari Ahad, orangtuanya yang curiga lalu bertanya dan menginterogasi korban. Hingga korban pun mengakui aksi bejat pelaku terhadap dirinya.

“Pada saat dicabuli, korban diancam pelaku dengan menggunakan senjata tajam. Kalau korban cerita kepada orang lain maka akan dibunuh, sehingga anak kecil ini 7 kali kejadian sebelumnya tidak mengaku dan bercerita kepada siapapun. Mungkin karena tidak pulang selama dua hari serta dipaksa orangtuanya akhirnya mengaku,” tandas dia.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku sampai dengan kemarin, korbannya hanya 1 orang anak saja, Dan karena menyukai korban sehingga melampiaskan nafsunya. Lanjut dia, pelaku sudah menikah namun belum punya anak, dan saat ini hubungan dengan istrinya sedang pisah ranjang.

“Tersangka akan dikenakan Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 perlindungan anak, dengan ancaman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda