Polisi Gagalkan Pengiriman 250 Kilogram Ganja di Sidimpuan

600

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Kepolisian Resort Padangsidimpuan berhasil menggagalkan pengiriman 250 kilogram narkoba jenis ganja kering asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/1/2020) sekira pukul 23.00 Wib. Dua orang pria dibekuk.

“Pelaku berinisial ASN alias Boja (25) warga Kampung Sedikit, Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, dan PR alias Dapot (44) warga Desa Padang Laru, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina,” kata Kapolres Sidimpuan AKBP Hilman Wijaya, Kamis (9/1/2020).

Kapolres menerangkan, pengungkapan kasus ini bermula saat penyidik menerima informasi masyarakat akan adanya pengiriman narkoba dari Mandailing Natal menujuTapanuli Selatan. Petugas pun melakukan patroli dan mengamati setiap mobil yang mencurigakan.

“Tatkala berada di Jalan Abdul Haris Nasution, tepatnya di Kelurahan Sihitang, petugas melihat satu unit mobil dump truk merek Hino nopol B 9806 TYT, dan kita minta berhenti,” ujar Hilman di saat gelar konferensi pers di aula Mapolres, didampingi Kasubbag Humas IPTU Marpaung.

Namun, lanjut Kapolres, bukannya berhenti, tapi truk sewaan yang dikemudikan tersangka PR itu justru tancap gas dan menghiraukan arahan petugas. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung di jalan utama kota, sampai akhirnya truk baru bisa dicegat di lapangan 1 Tor Simarsayang.

Ketika akan diperiksa, salah seorang tersangka yaitu ASN justru mencoba kabur dari sergapan petugas. Tidak mau buruannya lepas, polisi pun mengambil tindakan tegas dan terukur. Sebutir timah panas kemudian bersarang di betis kanan hingga akhirnya menghentikan laju lari ASN.

Dari hasil pemeriksaan, ASN sendiri merupakan salah satu tenaga honorer di Dinas PU Madina, baru bekerja setahun lamanya. Penghasilannya yang hanya Rp1 juta per bulan, tutur ASN saat diwawancarai para awak media, membuatnya tergiur untuk melakukan perbuatan tersebut.

“Benar, ASN dijanjikan upah sebesar Rp10 juta sepulang menjalankan tugas pengiriman ganja tersebut. Sedangkan rekannya, Dapot, karena merangkap sebagai pengemudi akan diberikan upah sebesar Rp20 juta,” ujar Hilman benarkan pengakuan tersangka ASN.

Kapolres menambahkan, pengakuan tersangka kepada penyidik, keduanya tidak ketahui persis siapa oknum yang memberi tugas pengiriman kepada mereka. Soal dimana lokasi dan kepada siapa barang akan diserahkan, semua dituntun melalui komunikasi telepon oleh si penyuruh.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka terpaksa mendekam dibalik dingin dan pengapnya jeruji besi.

“Terhadap pelaku kita kenakan pasal 114 ayat (2) subsider 111 ayat (2) dan 132 Undang-Undang Narkotika, ancaman pidana penjara 12 tahun,” tegas Kapolres.

Dikesempatan itu, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution yang juga turut hadir di kegiatan konferensi pers itu, secara khusus menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras Kapolres dan jajarannya sukses menggagalkan peredaran narkoba.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras Kapolres dan jajaran, setidaknya 2500 orang terselamatkan dari dampak buruk penyalahgunaan narkotika. Atas nama Pemkot, kami ucapkan terimakasih,” ujar Walikota didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Nurcahyo Budi Susetyo. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda