Polda Lampung Bongkar Jaringan Narkoba dari Aceh

427

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – TK bin AA (26) yang merupakan tersangka pengedar narkotika jenis sabu dan pil ekstasi jaringan Aceh, berhasil diamankan oleh Subdit II Reserse Narkotika Polda Lampung pada Selasa (18/2/2020) kemarin, di Jalan Sam Ratulangi, Gang Dahlia 4 Nomor 5 RT/RW 012/000 Kelurahan Gedung Air Kecamatan Tanjungkarang Barat.

“Sedangkan 2 tersangka lainnya masih buron, yaitu AA bin S dan HM bin I,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad didampingi Dir Res Narkoba Polda Lampung Kombes Pol. Shobarmen dan Kasubbid Penmas AKBP Zulman Topani saat konpers di kantor Dit Reserse Narkoba, Rabu (19/2/2020).

Di tempat tersebut, polisi berhasil mengamankan 4 plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan bruto 706,2 gram, 3 plastik klip yang berisi 190 ekstasi, 1 plastik serbuk ekstasi dengan bruto 102,2 gram, 3 unit timbangan digital, 2 bundel plastik klip pembungkus sabu dan 1 perangkat alat hisap.

Setelah dilakukan pengembangan oleh subdit II Dit Reserse Narkoba Polda Lampung menuju tempat kediaman tersangka D (DPO) di Jalan Onta Kelurahan Sukamenanti Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung. Di tempat ini polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 3 plastik klip yang berisi 110 butir ekstasi bruto 45,0 gram, serta 5 plastik klip sabu brito 42,2 gram.

“Saat ini tersangka telah diamankan di Dit Res Narkoba Polda Lampung. Para tersangka melanggar Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) UU Narkotika dan Pasal 1 Ayat (1) UU dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal 6 tahun maksimal 20 tahun dengan pidana denda sebagaimana dimaksud pada pada Ayat 1 ditambah 1/3,” kata dia.

Sementara Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Shobarmen mengungkapkan bahwa, ada salah satu rangkaian jaringan narkoba yang masih beroperasi, yang kami temukan di salah satu rumah di Kelurahan Gedung Air.

“Di rumah tersebut, tersangka TK berhasil kami amankan dengan barang bukti 1 Kg sabu dan 350 pil ekstasi. Barang bukti yang kami amankan tersebut adalah milik DF, jadi tersangka TK adalah merupakan pengedar.  Ini merupakan hasil pengungkapan hampir 2 pekan, yang kemudian kami lakukan pendalaman,” jelasnya.

“Di Lampung peredaran sabu dan ekstasi sangat masif, terkendali dan terkelola dengan baik, dengan jalur distribusi melalui darat,” tambahnya.

“Sudah satu jaringan yang bisa kita bongkar. Mudah – mudahan kita masih bisa membongkar jaringan lain lagi. Sementara yang kita ungkap kali ini merupakan jaringan yang berkomunikasi dengan jaringan di Aceh,” pungkas Shobarmen. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda