Plat Mobil Dinas Camat Payaraman Sering Berubah Warna, Kenapa?

491
Mobil dinas Camat Payaraman dengan plat merah BG 1298 TZ (kiri) dan mobil dinas Camat Payaraman yang berganti warna hitam BG 1298 T (kanan).

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Kendaraan dinas milik Camat Payaraman Drs. A. Thoriq yang diketahui berplat merah, sering terlihat berganti plat hitam. Termasuk juga adanya pergantian seri nopol yang sebelumnya dengan nopol BG 1298 TZ menjadi BG 1298 T.

Seperti terlihat beberapa waktu lalu yang terpantau awak media ini terparkir di halaman perkantoran kecamatan tersebut.

Seperti diketahui, aturan terkait plat merah sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 5 Tahun 2012 tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.

Aturan Perkapolri 5/2012 mengungkapkan bahwa plat kendaraan disebut juga dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). TNKB itu sendiri merupakan tanda kendaraan bermotor berupa plat yang dikeluarkan langsung oleh Polri dan berisikan berlogo lantas, kode wilayah, nomor registrasi, serta masa berlaku dan dipasang pada kendaraan bermotor.

Sedangkan untuk warna TNKB diatur dalam Perkapolri 5/2012 Pasal 39 ayat 3 sebagai berikut:

a. Dasar hitam, tulisan putih untuk kendaraan bermotor perseorangan dan kendaraan bermotor sewa;

b. Dasar kuning, tulisan hitam untuk kendaraan bermotor umum;

c. Dasar merah, tulisan putih untuk kendaraan bermotor dinas pemerintah;

d. Dasar putih, tulisan biru untuk kendaraan bermotor korps diplomatik negara asing; dan

e. Dasar hijau, tulisan hitam untuk kendaraan bermotor di kawasan perdagangan bebas atau (free trade zone) yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk dan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, bahwa kendaraan bermotor tidak boleh dioperasionalkan / dimutasikan ke wilayah Indonesia lainnya.

TNKB yang tidak dikeluarkan oleh Korlantas Polri dinyatakan tidak sah dan tidak berlaku. Jadi pada dasarnya kendaraan bermotor dinas pemerintah dikenali dengan menggunakan TNKB / plat berwarna merah. Sementara itu TNKB berwarna hitam digunakan untuk mobil pribadi atau mobil sewa.

Jadi jika ada oknum yang mengubah TNKB berwarna merah kendaraan dinasnya menjadi hitam, maka TNKB tersebut bukan TNKB resmi yang dikeluarkan oleh Korlantas Polri. Menurut Pasal 280 UU LLAJ bahwa oknum yang mengendarai mobil yang tidak menggunakan TNKB yang sudah diatur oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia bisa dipidanakan dengan kurungan paling lama 2 bulan atau dengan paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Ditanyakan alasan sering berubahnya warna plat kendaraan yang digunakan,  via sambungan seluler, camat yang pernah berdinas di Inspektorat Kabupaten Ogan Ilir serta masih diketahui sebagai pengurus PGRI OI itu mengatakan, hal tersebut adalah biasa terjadi. Tak hanya dirinya, bahkan ada juga beberapa kepala dinas yang berlaku serupa.

“Termasuk rata-rata kepala dinas di Ogan Ilir juga ada yang kadang kala mengganti plat mobil dinasnya. Misalnya saat pergi pada hari Sabtu atau Ahad, mengganti ke plat hitam, karena kondisi mungkin. Artinya bukan kita saja, jadi ini adalah hal biasa,” ucapnya, Rabu (9/9/2020) sore.

Adapun saat BERITAANDA bertanya lebih lanjut siapa-siapa saja kepala dinas tersebut, orang nomor satu di Kecamatan Payaraman ini enggan menjelaskan secara detail pejabat mana yang dimaksud.

“Kamu kan bisa lihat sendiri, seringlah, bukan jadi rahasia lagi, biasalah macam itu. Kalaupun ini dimuat di pemberitaan, hendaknya yang lain juga jadi perhatian. Akupun juga tidak terlalu sering. Saat itu juga sedang kebetulan, silakanlah tidak masalah buat saya,” tutupnya.

Sementara saat dimintai tanggapannya terkait hal itu, anggota DPRD OI yang juga sebagai Ketua Komisi I, Zahrudin Moza, menyayangkan ulah oknum tersebut. Menurutnya, ini adalah sebuah pelanggaran yang mesti ditindak, khususnya dari pihak Satlantas.

“Atas nama Komisi I DPRD OI, kami sangat menyayangkan ulah camat tersebut yang sengaja mengganti plat nomor mobil yang tidak berdasarkan aturan yang telah ditetapkan. Apalagi selain mengganti warna juga mengganti nomor seri yang ada. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan pihak aparat berwenang terkait pelanggaran tersebut. Sudah jelas hal itu melanggar aturan,” pungkas Zahrudin. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda