Pilkades Serentak di Kecamatan Tanjung Lubuk Diwarnai Kejadian Unik

2966

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Dari 102 desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, tujuh diantaranya di Kecamatan Tanjung Lubuk. Antara lain Atar Balam, Pulau Gemantung Ilir, Pulau Gemantung, Pulau Gemantung Ulu, Pulau Gemantung Darat, Pengarayan dan Tanjung Harapan, Selasa (19/11/2019).

Di Tanjung Harapan merupakan satu dari enam desa lainnya yang turut menggelar pilkades kali ini, dilaksanakan di Dusun IV Desa Tanjung Harapan. Dimana 952 orang warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang terdiri 475 orang laki-laki dan 477 orang perempuan, akan menentukan pilihan terhadap 2 calon kades.

Dalam proses warga menentukan pilihan kepada 2 calon, yakni Murod dan Sonin yang tak lain dua kakak beradik kandung ini, melalui dua bilik suara dan dua kotak suara. Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Pilkades Tanjung Harapan, M. Daud, dalam laporannya sebelum memulai gelaran pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Jika di Desa Tanjung Harapan ada 2 kakak beradik kandung yang memperebutkan tampuk kepemimpinan. Untuk di Desa Pulau Gemantung Darat lebih unik lagi. Pasalnya 2 orang calon kades yang berkompetisi di desa itu merupakan pasangan suami istri (pasutri), yakni Hasanah dan Yasmi. Dengan jumlah DPT 377 berasal dari 3 dusun.

Prosesnya, warga yang terdiri 191 laki – laki dan 186 perempuan dengan jumlah surat suara 415 termasuk cadangan, salurkan dan tentukan pilihan mereka melalui empat bilik suara serta dua kotak suara hingga berlangsung tidak terkendala, lantaran memang yang berkompetisi adalah pasutri.

Sedangkan di Desa Atar Balam Pilkades diikuti oleh 2 orang calon, yakni Agus Tomi dan Bawaihi. Pulau Gemantung Ilir ada 3 cakades, yaitu Nasrudin, Rusli dan M Fauzi. Lalu Pulau Gemantung ada 4 cakades, Sadzali, Asmuni, Abdul Rozak dan Dodi Febriyanto.

Sementara di Pulau Gemantung Ulu, pilkades diikuti oleh 2 cakades, antara lain Zainal dan Aman Isa. Selanjutnya di Desa Pengarayan, terdapat 5 orang cakades yaitu Bahri, Dumyati, Ismail, Jauhari dan Mulyadi yang berkompetisi memperebutkan tampuk kepemimpinan di desa mereka.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Makruf CM menjelaskan, pada tahapan tahun pertama (2015), telah dilaksanakan pilkades serentak dan dilantik 157 orang kades defenitif. Tahun kedua (2017) dilaksanakan pilkades kembali dan dilantik pula sebanyak 55 orang kades defenif. Semuanya berjalan dengan aman, damai dan Iancar.

“Dan tahun 2019 ini merupakan pelaksanaan ketiga pilkades serentak yang diikuti oleh 102 desa, sisa dari pilkades serentak tahun 2015 dan 2017 dengan total peserta calon kepala desa sebanyak 298 orang di 18 kecamatan,” ungkap Makruf saat bacakan sambutan tertulis Bupati OKI H Iskandar, SE di Desa Tanjung Harapan.

Kata dia, semoga pilkades serentak tahun ketiga ini dapat berjalan dengan baik, aman, dan Iancar seperti dua tahapan sebelumnya. Lanjut dia lagi, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa panitia pilkades yang dibentuk dan bertanggung jawab langsung kepada BPD, telah melaksanakan tahapan pilkades sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh panitia desa ini sangat berat, mulai dari merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan, mengawasi, dan mengendalikan semua tahapan pelaksanaan pemilihan yang meliputi penjaringan, penyaringan, pelaksanaan pemilihan, hingga penetapan calon kades terpilih,” tandas dia.

Kami berharap tugas panitia desa yang sangat mulia ini, masih kata dia, hendaklah dilaksanakan dengan komitmen, tekad, semangat yang kuat, dan itikad yang baik, penuh rasa tanggung jawab, tepat waktu sesuai tahapan. Sehingga pesta demokrasi di tingkat desa ini dapat berjalan Jujur, adil, kondusif dan aman, sesuai maskot logo pilkades serentak tahun 2019 si JAKA, dalam rangka memilih pemimpin desa selama 6 tahun ke depan.

“Pemilihan kepala desa merupakan perwujudan demokrasi di tingkat desa, dimana penduduk desa yang memenuhi persyaratan diberikan kesempatan untuk memilih dan menentukan siapa yang dianggap paling Iayak dan cakap menjadi pemimpin pemerintah desa di 6 tahun kedepan,” ujar dia.

Pada prinsipnya semua calon kepala desa adalah orang-orang pilihan yang baik dan telah melalui tahapan seleksi penjaringan dan penyaringan. Dan Insya Allah akan menjadi terbaik ketika terpilih. Lanjut dia, harapan kita semua, semoga kepala desa terpilih mempunyai visi dan misi yang bermuara kepada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya yakin dan percaya bahwa masyarakat pada saat ini sudah mempunyai pola pikir yang telah maju, telah mengetahui calon kades mana yang terbaik untuk mengemban aspirasi masyarakat dan memimpin masyarakat desa 6 tahun ke depan,” harap dia.

6 tahun adalah waktu yang cukup singkat bagi masyarakat desa bila kades menjalankan amanahnya dengan baik dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Lanjut dia lagi, tapi akan terasa lama bila dijabat oleh kades yang menjalankan tugas dengan tidak sungguh-sungguh, serta tidak melaksanakan kepentingan masyarakat.

“Ingat, dalam pilkades ini tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah, yang ada hanya yang memperoleh suara terbanyak, dan sesungguhnya yang menang adalah seluruh masyarakat desa apabila pelaksanaan pilkades serentak ini dapat berjalan dengan baik, Iancar, dan damai dalam kerangka jujur, adil, kondusif dan aman,” tegas dia.

“Dalam kesempatan ini juga saya berharap kepada para calon kepala desa, para pendukung, dan seluruh lapisan masyarakat desa agar nantinya dapat menghormati dan menerima hasil pemilihan kepala desa pada hari ini. Karena semuanya, Insya Allah telah melalui proses dan mekanisme yang ada,” tambah dia.

Kepada kepala desa terpilih nanti, diharapkan rangkulah calon kepala desa yang tidak terpilih. Dilanjutkan dia, jangan biarkan masyarakat desa terkotak-kotak dan terblok-blok, karena siapapun yang menjadi kepala desa sesungguhnya itu adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat desa.

“Bagi yang tidak terpilih dukunglah yang terpilih, bersatu padulah bersama membangun desa dalam penyatuan visi dan misi serta program masing-masing, dalam upaya pembangunan desa bersama di dalam kerangka RPJM Desa. Ingatlah, jalur kepala desa ini bukan satu-satunya cara untuk mengabdi dan beramal,” diingatkan dia.

Ibadah kepada masyarakat, masih banyak cara lain untuk mengabdi dan berbuat baik kepada masyarakat. Tambah dia, jangan nodai niat cita-cita dan niat tulus yang telah saudara-saudara susun untuk desa tercinta dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan azas kebenaran dan kemaslahatan.

“Saya yakin para calon, pendukung, dan masyarakat desa selalu menginginkan yang terbaik untuk desa dan akan terus menjaga situasi dan kondisi desa tetap aman dan kondusif,” harap dia lagi.

Apabila nanti ada permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan pemilihan ini, sambung dia, diminta kepada panitia desa, BPD, pihak kecamatan dan cakades untuk segera memusyawarahkannya secara kekeluargaan pada saat itu juga, dengan berpijak pada peraturan yang berlaku, sebelum ditutupnya rapat pemungutan suara.

“Saya minta pihak kecamatan memfasilitasi semua tahapan pemilihan dengan baik. Berkoordinasi secara terpadu dengan aparat keamanan, Dinas PMD dan OPD yang memonitoring pelaksanaan pilkades agar proses/tahapan pemilihan sampai pasca pemilihan berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif sesuai dengan peraturan yang berlaku hingga dilantiknya kepala desa terpilih,” tukas dia.

Sebagai catatan penting, sambung dia lagi, apabila permasalahan timbul di luar tahapan yang dilaksanakan, harus diselesaikan secara berjenjang, sesuai dengan salah satu tugas dari panitia desa yaitu menerima dan menyelesaikan pengaduan masyarakat terkait permasalahan pemilihan kepala desa dengan berkoordinasi langsung ke BPD dan/atau camat.

“Penyelesaian permasalahan di tingkat desa wajib difasilitasi oleh tim pembina dan pemantau pemilihan kepala desa dari kecamatan yang dipimpin oleh camat sebagai perpanjang tangan bupati dalam menyelesaikan permasalahan pilkades paling lambat 30 hari setelah diterimanya hasil pemilihan kepala desa,” tegas dia.

“Apabila permasalahan dan pengaduan tersebut tidak dapat diselesaikan, maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak menghentikan proses tahapan pemilihan kepala desa,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda