Pertanyakan Laporan Money Poltic, Masyarakat Gelar Upacara Adat Dayak di Bawaslu

177

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Puluhan masyarakat Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman, Selasa (30/4/2019) siang, melakukan ritual adat Dayak di depan kantor Bawaslu Sekadau. Hal ini sebagai ungkapan kekecewaan mereka atas kasus money politic pemilu yang dinilai tidak ada progres oleh Bawaslu dan Gakumdu.

Massa yang datang dari Kecamatan Nanga Taman itu menggunakan satu buah truk dan kendaraan sepeda motor. Kedatangan mereka disambut Komisioner Bawaslu Aliminudin SH dan Teodorus Sutet yang didampingi Kepala Sekretariat Ricardus Paskalis A.Md Kl dan juga Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salasar Tarmizi S.Ik.

Dalam orasinya, massa meminta Bawaslu menyikapi laporan kasus money politic atas nama Lorensius Adi Wiranata yang merupakan caleg Partai Perindo dapil 2 Sekadau. Juga mempertanyakan bahwa kasus laporan money politic yang dilaporkan tidak ditindaklanjuti di ranah hukum, dan tidak pernah diekspos oleh Bawaslu, serta meminta caleg Adi Wiranata agar di diskualifikasi dari pencalegkan, dikarenakan sudah terbukti melakukan money politic dan merusak proses demokrasi pemilu.

“Kami meminta Bawaslu memproses caleg Adi Wiranata yang terbukti melakukan money politic sesuai undang-undang,” ujar Alowanto, koordinator massa.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak mau terulang lagi terkait kasus pemilu 2014 lalu, dimana banyak kasus money politic tidak ditindak lanjuti oleh Bawaslu sampai dengan berakhirnya tahapan pemilu.

Menanggapi aspirasi masyarakat Meragun itu, Komisioner Bawaslu Aliminudin SH menjelaskan, bahwa saat ini kasus money politic itu masih dalam proses pembahasan di sentra Gakumdu, untuk dilihat kemana proses hukum akan ditindaklanjuti.

“Proses di Bawaslu saat ini terus berjalan terhadap laporan-laporan kasus money politic dalam pemilu,” aku Aliminudin. Ia berharap masyarakat bersabar menunggu keputusan Bawaslu. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda