Pertama Divaksinasi di Kota Gunungsitoli, Wakil Walikota: Vaksin Sinovac Aman dan Halal

23

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, SE, M.Si menjadi yang pertama divaksinasi Covid-19 di Kota Gunungsitoli. Kegiatan ini dilaksanakan di aula lantai dua kantor walikota setempat, Selasa (9/2).

Usai wakil walikota, vaksinasi dilanjutkan kepada Sekda Kota Gunungsitoli Ir. Agustinus Zega Agus Zega, perwakilan Forkopimda yakni dari Kodim 0213 Nias, Polres Nias, Kejaksaan Negeri, perwakilan dari bidang kesehatan, perwakilan tokoh-tokoh agama, perwakilan BUMN, perwakilan organisasi profesi, perwakilan tokoh pemuda dan perwakilan ASN Pemkot Gunungsitoli.

Dalam sambutannya, wakil walikota menyampaikan, vaksinasi perdana ini merupakan momentum dimulainya kegiatan vaksinasi massal Covid-19 di Kota Gunungsitoli.

Selanjutnya, dia menjelaskan, vaksinasi tahap pertama ini akan diawali dengan vaksinasi bagi seluruh tenaga kesehatan dan tenaga penunjang sebagai garda terdepan penanganan pandemi Covid-19 di Puskesmas-Puskesmas, dan akan dilanjutkan dengan sasaran berikutnya yakni seluruh petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum sesuai kriteria, dengan tahapan waktu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam keberhasilan vaksinasi Covid-19 adalah penerimaan dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, maka pejabat publik, tokoh kesehatan, tokoh agama dan beberapa perwakilan dari berbagai unsur yang memenuhi kriteria telah menjadi pelopor dalam vaksinasi ini.

“Kami ucapkan terimakasih, semoga tetap dianugrahi berkat kesehatan dan diharapkan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa vaksin ini sudah melalui proses yang ada. Pastikan, sampaikan, informasikan vaksin ini aman dan halal,” lanjutnya.

Pada akhir sambutannya, Sowaa kembali mengingatkan tentang pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan meskipun telah dilaksanakan vaksinasi.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli Kasih Trisnawati Zebua, S.Si, Apt, MPH dalam laporannya menyampaikan, bahwa tujuan utama vaksinasi Covid-19 adalah untuk mengurangi transmisi/penularan corona, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat corona, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity), dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Terangnya lagi, saat ini telah tersedia 1.560 dosis vaksin dengan kemasan single dose, sehingga menjamin ketersediaan logistik vaksin cukup untuk 760 tenaga kesehatan yang sudah terdaftar sebagai calon penerima vaksin Covid-19 tahap pertama ini.

“Setiap sasaran akan mendapatkan 2 dosis vaksin dengan jarak penyuntikan 14 hari,” jelasnya. [Ganda]

Bagaimana Menurut Anda