Peroleh Penjelasan dari Walikota dan Pimpinan DPRD Sidimpuan, Gubsu Edy: Itu Sudah Tepat

1371
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi diapit Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution beserta Ketua DPRD Siwan Siswanto, Wakil Ketua DPRD Erwin Nasution, serta anggota dewan lainnya.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menegaskan, langkah Pemerintah Kota Padangsidimpuan terkait R.APBD 2020 sudah sangat tepat. Dengan kata lain, dinamika internal dewanlah yang membuat R.APBD di kota setempat belum juga dibahas hingga kini.

Hal itu ditegaskan Gubsu Edy Rahmayadi usai memperoleh penjelasan langsung dari Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, juga Ketua DPRD Siwan Siswanto, Wakil Ketua Erwin Nasution, dan 10 orang anggota dewan, dalam suatu pertemuan di kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (11/12/2019).

Sehari sebelumnya, 15 anggota dan seorang Wakil Ketua DPRD juga beraudensi ke Gubsu. Mereka menceritakan dinamika yang terjadi di Kota Padangsidimpuan saat ini. Tidak terima penjelasan secara sepihak, Gubsu kemudian mengundang walikota bersama pimpinan dan anggota DPRD Sidimpuan lainnya.

Informasi dihimpun BERITAANDA, Walikota Sidimpuan Irsan Efendi Nasution dihubungi oleh Kepala Biro Otonomi Daerah Pemprovsu Basarin Yunus Tanjung, Selasa (10/12/2019) siang. Menyampaikan undangan agar Rabu (11/12/2019) pukul 09.00 Wib hadir bersama dengan pimpinan DPRD di ruang kerja Gubsu.

Hadir sesuai waktu yang ditentukan, Gubernur Edy mengajak walikota, Ketua DPRD, dan Wakil Ketua DPRD ke ruang kerjanya. Disana mereka membicarakan tentang Rancangan APBD 2020 yang hingga saat ini belum ditetapkan, dan juga mengenai dinamika internal DPRD Sidimpuan.

Kepada Gubsu dan Kabiro Otda, Walikota Irsan Efendi Nasution memberitahukan bahwa eksekutif telah mengajukan KUA-PPAS RAPBD 2020 ke legislatif. Paripurna pembahasan juga sudah digelar, namun gagal karena hingga tiga kali skors tetap tidak kuorum.

Mendapat penjelasan sedemikian rupa, Gubsu Edy Rahmayadi menegaskan langkah eksekutif soal R.APBD 2020 sudah sangat tepat. Dia pun meyakini, mandeknya pembahasan R.APBD itu dikarenakan dinamika internal dewan. Atas hal itu, Gubsu meminta walikota menahan diri dan jangan masuk ke persoalan internal dewan.

Eksekutif dan legislatif, sebut gubernur, punya kekuasaan masing-masing dan tidak boleh dicampurbaurkan. Kepala daerah dipilih rakyat, pun demikian anggota DPRD yang juga dipilih oleh rakyat. Maka dari itu, menurut Gubsu, semua harus bekerja demi kebaikan rakyat.

Dinamika internal dewan diharapnya segera terselesaikan. Sehingga agenda kerakyatan ke depan terprogram dan dapat dijalankan tanpa kendala apapun. Pimpinan DPRD diminta agar berikhtiar menyatukan perbedaan pendapat dengan arif dan bijaksana.

Dari ruang kerjanya, Gubernur Edy melanjutkan pertemuan dengan ketua, wakil ketua dan 10 anggota DPRD Sidimpuan. Secara bersamaan pula, Gubsu kembali meminta Walikota Irsan dan Sekretaris DPRD Sidimpuan Irfan Bachri untuk ikut bergabung dalam pertemuan itu.

Mengawali pembicaraan, Gubsu menegaskan bahwa dalam permasalahan apapun, loyalitas terhadap pimpinan itu harus ditunjukkan. Mosi tidak percaya tak dikenal dalam aturan tentang DPR dan DPRD. Secara absolut, Ketua DPRD itu berasal dari partai pemenang pemilu dan tidak bisa digantikan anggota DPRD dari partai lain.

“Jika loyalitas terhadap pimpinan saja sudah tidak ada, maka masalah-masalah yang terjadi tidak akan dapat diselesaikan. Tanggalkan kepentingan partai politik, anggota DPRD itu adalah refresentasi rakyat. Maka semestinya bekerja demi dan untuk rakyat,” kata Gubsu.

Kendati Ketua DPRD baru pertama kali menjadi anggota dewan, kata Gubsu lagi, namun dialah pimpinan tertinggi di dewan. Walau sudah ada yang berpengalaman dalam memimpin, bahkan duduk hingga beberapa periode, tetaplah loyal pada ketua dan hormati keputusannya.

Terpisah, Ketua DPRD Siwan Siswanto dan Wakil Ketua DPRD Erwin Nasution membenarkan pertemuan dengan Gubsu dan Kabiro Otda. Kepada mereka, Gubsu meminta agar tetap bekerja sesuai aturan yang ada dan semaksimal mungkin mempersatukan perbedaan pendapat di internal dewan. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda