Pemkab Tapsel Gelar Test Asesmen Psikologi Bagi Pejabat Tinggi Pratama

259

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Kegiatan Asesmen Psikologi Pemetaan Kompetensi Manajerial Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) resmi dibuka oleh Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu, diwakili Sekda Parulian Nasution, Senin (17/6/2019).

“Terimakasih kepada Tim Universitas Sumatera Utara (USU) yang telah ikut serta memikirkan bagaimana meningkatkan kapabilitas ASN Tapsel agar mengarah kepada yang lebih profesional, kualitatif, dan kompetitif ke depan,” kata Parulian, di ruang rapat bupati, Jalan Prof Lafran Pane, Sipirok.

Dia pun mengingatkan peserta agar sungguh-sungguh dan serius mengikuti kegiatan ini. Sehingga nantinya akan menghasilkan pejabat yang memiliki pengetahuan cukup dan berdedikasi tinggi dalam membantu pelaksanaan visi dan misi Pemkab Tapsel, menuju masyarakat Tapsel yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Kadis Nakertransos itu, tujuan test psikologi ini guna memaksimalkan upaya pembinaan, dalam rangka meningkatkan profesionalisme ASN sesuai dengan proporsi kemampuan individu sumber daya aparatur dalam memberikan pelayanan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

“Perlu kita sadari bahwa asesmen test ini bukanlah hal yang baru bagi perusahaan yang go publik. Tapi sebuah hal yang bersifat rutinitas, dilaksanakan untuk mengukur potensi karyawan dalam upaya pengembangan karier sesuai dengan potensi diri masing-masing,” sambungnya.

Disamping agar bisa mengarah kepada the right man on the right job and the right man on the right place, kata Parulian, ini juga sesuai dengan regulasi dalam berdedikasi, loyalitas dan komitmen yang tinggi, mengemban tugas pengabdian sehari-hari dalam membantu tugas-tugas Bupati Tapsel.

“Sehingga kedepan, asesmen akan mengarah kepada profesionalisme yang kualitatif dan kompetitif yang bermuara ke psikologi. Pun demikian dengan pengetahuan umum dan logika untuk mengukur tujuan dan nilai hidup sesuai interest dan skill serta eksperience juga personaliti masing-masing,” tandasnya.

Sementara Pahmi Ananda selaku tim psikologi dari Universitas Sumatera Utara (USU) menyebutkan, asesmen ini tidak memerlukan persiapan atau kebutuhan khusus, dan meminta jangan sampai ada rasa terbebani dalam menjalankan test tersebut.

“Kami hanya ingin melihat dan memeriksa kondisi dari bapak/ibu yang sebenarnya maupun kualitas terbaik. Sekaligus merangkul serta menterjemahkan siapa sebenarnya diri dari bapak/ibu,” imbuh Pahmi.

Test psikologi nantinya akan dilakukan dalam tiga tahap yakni, pertama ujian tertulis, kedua kegiatan diskusi, dan sesi terakhir adalah wawancara individual. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda