Pemkab OKI Cari Pejabat Publik yang Unggul

453

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab OKI) melakukan upaya strategis dalam rangka mencari pejabat publik yang unggul melalui proses seleksi terbuka pejabat tinggi pratama. Upaya ini dalam rangka mengakselerasi proses reformasi birokrasi serta menyiapkan aparatur publik yang cakap.

“Kita komitmen untuk menyelenggarakan reformasi birokrasi serta mencari ASN yang cakap untuk menduduki jabatan publik melalui proses asesmen,” ungkap Sekda OKI H. Husin, S. Pd, MM pada acara uji kompetensi calon pejabat pimpinan tinggi pratama di kantor BKPP OKI, Selasa (27/8/2019).

Seleksi jabatan ini, menurut Sekda Husin, menjadi bagian penting dari akselerasi proses reformasi birokrasi yang selama ini sudah berjalan, dalam rangka peningkatan mutu pelayanan publik dalam rangka mewujudkan good governance dan clean government di lingkungan Pemkab OKI.

“Ini bagian penting dengan asesmen, akan diketahui apakah para calon pejabat yang akan menduduki jabatan yang dilelang mampu bekerja secara profesional ataukah tidak dengan memperhatikan prestasi kerja, integritas, dan rekam jejak jabatan,” tuturnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten OKI melalui Kepala Bidang Mutasi dan Promosi, Maulidini menjelaskan, bahwa proses memilih kepala OPD di OKI telah melalui beberapa tahapan, seperti seleksi administrasi, asesmen, tes tertulis, makalah, dan wawancara. Proses tersebut, tambahnya, sudah dilakukan sejak Juli 2019 lalu.

“Ada tiga (3) jabatan yang dilelang terbuka yang diikuti oleh 25 orang ASN. Prosesnya sejak Juli lalu dan hari ini pada tahapan penilaian kompetensi melalui pembuatan makalah dan wawancara langsung dengan pansel,” ungkap Deni.

Untuk menyaring calon pejabat ini, tambahnya, BKPP OKI telah bekerjasama dengan lembaga independen dan profesional.

“Prosesnya juga melibatkan Lembaga Administrasi Negara (LAN), kalangan akademisi yang kompeten dan teruji integritasnya,” ujar Deni.

Sementara itu ketua panitia seleksi Prof. Ir. Zainuddin Nawawi, Ph. D mengungkapkan, pola rekrutmen pejabat melalui asesmen ini penting untuk mencari pejabat yang mampu menjabarkan visi misi kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan maupun pelayanan publik.

“Jadi sebelum menduduki jabatan perlu diukur dulu kemampuan kompetensi manajerial, integritas hingga komitmen yang bersangkutan terhadap jabatan yang akan dia duduki,” ungkap Nawawi.

Namun yang paling penting, ujar Wakil Rektor I Unsri ini, terpenting pejabat harus mampu menerjemahkan visi misi kepala daerah. Dia menambahkan, tugas pansel untuk membantu kepala daerah mencari pejabat yang profesional dan kompeten.

“Pengalaman kerja, pendidikan, rekam jejak, kepangkatan dan lainnya itu menjadi penilaian untuk nantinya disampaikan ke kepala daerah agar jadi bahan pertimbangan,” paparnya.

“Kita gali potensi mereka dalam menyampaikan ide, pendapat, serta komitmen terhadap jabatannya melalui komampuan menulis dan kompetensi memaparkan masalah.  Hasil akhir akan disampaikan ke bupati dan Komisi ASN secara transparan,” pungkas Prof. Nawawi.

Para calon pejabat eselon II ini mengikuti seleksi melalui pembuatan karya tulis serta paparan dan wawancara langsung dengan empat orang pansel, antara lain Prof. Ir. Zainuddin Nawawi Ph. D, kemudian Dr. Ir. A. Muslim, M. Agr selaku Wakil Rektor IV Unsri dan Prof. Alfitri, M. Si yang merupakan Guru Besar Ilmu Sosial dan Politik Unsri serta Sekda OKI, H. Husin, S. Pd, MM.

Para calon pejabat ini diminta memaparkan upaya optimalisasi, strategi serta action plan yang akan mereka lakukan jika menjadi pejabat tinggi pratama. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda