Pemdes Pargarutan Tonga Gelar Pelatihan Pencegahan Narkoba

296

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Guna menyelamatkan generasi muda dari pengaruh buruk yang salah satunya penyalahgunaan narkoba, maka pilihan yang teramat tepat adalah semua pihak harus bersinergi dalam menanganinya.

Hal inilah yang dijadikan landasan utama oleh Pemdes Pargarutan Tonga Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), untuk melaksanakan pelatihan pencegahan narkoba, bertempat di kantor kepala desa setempat, Senin (26/8/2019).

Dalam pelaksanaannya, Pemdes Pargarutan Tonga melibatkan langsung Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tapsel sebagai narasumber pelatihan, ditambah pihak Kecamatan Angkola Timur dan disuport Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat.

“Indonesia saat ini darurat narkoba, dimana penggunanya telah mencapai jutaan jiwa. Peredarannya tak sekedar menyasar perkotaan, bahkan sudah merambah pedesaan tanpa memandang usia,” ungkap Kepala BNN Tapsel, AKBP Siti Aminah Siregar.

Upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba itu, menurut dia, sejatinya BNN tidak akan mungkin bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan elemen masyarakat. Caranya, dengan mengajak pemuda mengikuti berbagai kegiatan positif, seperti kegiatan olahraga.

“Ketika mereka telah disibukkan dengan kegiatan positif, maka akan meredam ruang berpikir mereka untuk tidak melakukan perbuatan negatif. Selain itu perlu diingat, bahwa faktor penyebab mereka berbuat buruk salah satunya juga karena minim perhatian atau tidak dipedulikan,” imbuh Siti Aminah.

Sebelumnya Kepala Desa Pargarutan Tonga, yang diwakili Kaur Pemerintahan Syahrul Sopandi Harahap menegaskan, pihaknya tak mau masa depan generasi muda desa rusak dikarenakan minimnya pengetahuan pemuda akan bahaya yang dapat ditimbulkan narkoba.

Karenanya, diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh warga desa baik itu para orangtua terutama kalangan pemuda dapat menyerap intisari pelatihan yang dipaparkan oleh pemateri mengenai zat yang terkandung dan efek samping apa bagi tubuh seseorang ketika telah mengkonsumsi narkoba.

“Untuk mewujudkan itu, perlu komitmen dari semua elemen desa untuk bersama-sama mencegahnya. Dalam hal ini peran orangtua menjadi prioritas utama pencegahan. Orangtua jangan lengah dan harus jeli memantau sekaligus membaca setiap perubahan yang terjadi pada diri anak,” ujarnya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda