Peluang Besar Komunitas Hatabosi Raih Kalpataru

238

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Komunitas Hatabosi yang concern dengan ‘Aek do Asal Mula Ni Hangoluan’ (air adalah sumber kehidupan dan air akan terjamin apabila hutan tetap lestari), menjadi salah satu dari 20 nominator yang mendapatkan Kalpataru 2020 dari Kementerian LHK.

“Komunitas Hatabosi bermukim di Dusun Haunatas, Tangjung Rompa, Bonan Dolok dan Siranap Kecamatan Marancar,” ungkap Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu, usai video conference dengan tim juri Kalpataru, Jumat (5/6/2020).

Turut hadir Staf Ahli Bupati Bid. Ekbang Syahgiman Siregar, Kepala Bappeda Abadi Siregar, Kadis LH Syahrir Siregar, Kadis Naker Arman Pasaribu, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Camat Marancar Supri Siregar, Kades Haunatas dan Tanjung Dolok, tokoh adat, mantari/ jago bondar.

Semangat Hatabosi merupakan kearifan lokal daerah setempat yang sudah 1 abad lebih berperan menjaga, melindungi, dan melestarikan hutan yang ada di kawasan Cagar Alam Dolok Sibual-buali, beririsan dengan ekosistem Batangtoru.

Filosofi Hatabosi sudah menjadi sumber inspirasi di dua desa dan empat dusun yang sekarang ini sudah menjadi role mode tidak hanya di Kecamatan Marancar, akan tetapi menginspirasi 14 kecamatan lainnya yang ada di Tapsel, bahkan di wilayah Tabagsel.

Secara spesifik, semua desa naungan dari Hatabosi tersebut berada di kawasan areal penggunaan lahan (APL). Tetapi dalam melakukan pemotongan pohon, mereka atur secara ketat. Tidak boleh sembarangan dan ada peraturan desa yang mengatur.”Dan dari waktu ke waktu kearifan lokal ini terpelihara dengan baik, sehingga menjadi sangat penting sebagai sumber kehidupan masyarakat Hatabosi,” papar Syahrul.

Selama kepemimpinannya di Tapsel, sebut Syahrul, semangat Hatabosi dijadikannya sebagai landasan melestarikan lingkungan. Mengatasi penerangan yang tak terjangkau oleh PLN bagi masyarakat Hatabosi, bupati pun menyediakannya lewat PLTMH.

“Ketersediaan listrik di dusun dan kampung itu kita berikan energi listrik menggunakan PLTMH. Kini di Tapsel, sudah terbangun 17 PLTMH. Sehingga pelestarian hutan dapat terjamin secara berkelanjutan,” jelas Bupati Tapsel dua periode berturut-turut itu.

Kelestarian hutan menjadi penopang utama sumber air selaku sumber kehidupan. Di sini masyarakat Hatabosi menugasi orang untuk menjaga ekosistem itu dengan istilah Raja Bondar (penjaga parit) diperkuat P3A di bawah pengawasan Dinas PUPR Tapsel.

“Tidak hanya di sekitar Hatabosi melainkan sudah menyebar di 14 kecamatan lain yang ada di Kabupaten Tapsel. Mereka ini selalu bersinergi yakni, Raja Bondar bersama para petugas yang ada di desa itu,” urai bupati.

Sistem ini digunakan untuk melakukan pengamanan (patroli) hutan dan menjaga serta merawat sistem irigasi yang ada. Juga menyelesaikan sengketa pemanfaatan air di antara masyarakat. Hingga mewujudkan tata cara pembagian air yang sederhana namun mampu menghadirkan keadilan. Sehingga tak heran kehidupan masyarakat Hatabosi sangatlah kompak. Mereka selalu mengutamakan prinsip bergotong-royong. Komit menjaga sekaligus melestarikan lingkungan sekitarnya, meliputi Haunatas, Tanjung Rompa, Bonan Dolok, dan Siranap.

“Karenanya, sudah selayaknya masyarakat yang secara turun temurun melakukan penjagaan dan pemeliharaan sumber air di kawasan hutan Sibual-buali ini mendapat penghargaan Kalpataru, sebagai wujud keberpihakan negara terhadap keberadaan mereka,” pungkas Syahrul. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda