PA GMNI Bengkulu Nilai Gaya Komunikasi Prasetyo Hadi Efektif Sampaikan Kebijakan Pemerintah

18

BENGKULU, BERITAANDA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Provinsi Bengkulu, Hairul Mu’min, menilai Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berhasil menjalankan peran strategis sebagai penghubung komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, penyampaian berbagai kebijakan pemerintah oleh Prasetyo dilakukan secara lugas, terukur, dan mudah dipahami publik.

Hairul yang akrab disapa Elung mengatakan, kemampuan komunikasi Prasetyo menjadi salah satu faktor penting dalam menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat. Ia menilai gaya komunikasi yang tenang, sistematis, dan menggunakan diksi yang tepat membuat substansi kebijakan lebih mudah diterima.

“Mas Pras mampu mengomunikasikan setiap kebijakan pemerintah sehingga dapat dipahami masyarakat. Intonasinya tenang, penyampaiannya lugas, dan pilihan katanya terstruktur sehingga pesan pemerintah tersampaikan dengan baik tanpa menimbulkan polemik yang berlebihan. Hal itu menunjukkan kematangannya sebagai tokoh publik,” ujar Hairul dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (21/7/2026).

Selain menyoroti kemampuan komunikasi, Hairul juga menilai perjalanan karier Prasetyo Hadi dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Menurutnya, alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada tersebut menempuh proses panjang sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Sekretaris Negara.

Ia mengatakan jabatan yang kini diemban Prasetyo merupakan hasil dari proses pembelajaran, pengalaman, serta konsistensi dalam berkiprah di dunia politik dan pemerintahan.

“Posisi yang diraih Mas Pras tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang membentuk karakter kepemimpinannya. Semangat perjuangan itulah yang patut menjadi teladan, terutama bagi generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme,” katanya.

Hairul juga menilai Prasetyo mampu membangun komunikasi politik yang menjembatani hubungan antara pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat. Menurutnya, peran tersebut turut mendukung kelancaran koordinasi dalam pelaksanaan berbagai kebijakan pemerintah.

“Ia menjadi penghubung antara pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat. Kemampuannya merangkul berbagai pihak membuat komunikasi antarlembaga berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hairul menilai Prasetyo tetap berpegang pada nilai-nilai marhaenisme yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Ia menyoroti komitmen Prasetyo dalam mendorong implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pijakan pembangunan ekonomi nasional.

“Saya melihat komitmen tersebut sebagai fondasi penting untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas. Pasal 33 UUD 1945 harus tetap menjadi landasan dalam membangun sistem ekonomi yang berpihak pada kepentingan rakyat,” tutur Hairul.

Menurut Hairul, kepemimpinan yang dibangun melalui komunikasi yang baik, konsistensi, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. (*)

Bagaimana Menurut Anda