Musnahkan 21 Kilogram Ganja, AKBP Hilman: Ini Tanggung Jawab Bersama

413
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya memimpin kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja sebanyak 21 kilogram dengan cara dibakar, di halaman Mapolres setempat, Rabu (4/12/2019).

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Puluhan kilogram ganja kering dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Markas Polres Padangsidimpuan, Rabu (4/12/2019). Barang bukti kejahatan yang dibakar itu merupakan hasil sitaan dari 5 orang tersangka.

“Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 2 kasus berbeda. Yakni 14.936,26 gram dari 4 orang tersangka masing-masing PA, ZAH, MST dan IN. Kemudian 6021,9 gram dari tersangka SN,” terang Kapolres Padangsidimpuan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hilman Wijaya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolres Kompol Matnur Dalimunthe, PJU, Kasat Resnarkoba AKP CJ. Panjaitan, Kasat Reskrim AKP Abdi Abdullah, Kasubbag Humas IPTU Maria Marpaung, perwakilan dari institusi lain seperti Kejari, Pengadilan Negeri, pemkot setempat, serta disaksikan kelima tersangka.

Kapolres mengatakan, pemberantasan narkoba tidak semata-mata tanggung jawab kepolisian ataupun BNN, tapi merupakan tanggung jawab bersama dari segenap elemen masyarakat. Dia pun menyerukan agar semua pihak memainkan peran masing-masing dalam upaya menyapu bersih peredaran narkoba di Padangsidimpuan.

“Saat ini ada segelintir orang yang mengkritik melalui sosial media yang menanyakan kenapa narkoba marak. Bagi saya pertanyaan itu tidak mendidik. Seharusnya pertanyaan itu ditujukan kepada diri masing-masing. Kalau merasa kota kita seperti itu, mari bersama-sama mengatasi ataupun memberangusnya,” ujar dia.

Polres Sidimpuan, terang AKBP Hilman, telah melakukan berbagai upaya bagaimana supaya narkoba benar-benar bisa dibersihkan dari Kota Sidimpuan. Salah satu upaya dengan menjalin sinergitas dengan berbagai kalangan. Namun, perlu diketahui narkoba ini semacam penyakit.

“Yakni, selama ada permintaan, selalu pula ada persediaan. Makanya, cara yang paling ampuh sebenarnya adalah bagaimana permintaan itu bisa kita tiadakan. Kalau persediaan masih bisa kita tanggulangi secara penegakan hukum, tapi permintaan bagaimana kita menyesuaikannya,” jelas Kapolres.

Cara mengatasi permintaan itu, sambung dia, harus dimulai dari metode pendekatan melalui keluarga, sekolah, umumnya pembinaan dari seluruh stakeholder yang bersifat kesosialan. Karenanya, mari bersama melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pembangunan pola pokir positif terhadap generasi muda.

“Dengan mereka kita sibukkan dengan berbagai kegiatan positif, termasuk di bidang keagamaan, maka akan terjauhkanlah mereka dari pengaruh dan dampak buruk bahaya narkoba. Semua itu dimungkinkan terwujud, manakala kita semua betul-betul peduli dan serius menyelamatkan generasi muda kita,” tandas Kapolres. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda