Momen Tahun Baru Islam: Umat Harus Perkokoh Rasa Persatuan dan Kesatuan

389

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu menginginkan momentum tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah, sebagai sarana perkokoh rasa persatuan dan kesatuan sesama umat.

Keiginan itu disampaikannya pada saat menghadiri tabligh akbar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapsel, dalam rangka memperingati tahun baru Islam, di lapangan SMPN 1 Angkola Timur, Pargarutan Tonga, Kecamatan Angkola Timur, Senin (2/9/2019).

Hadir juga unsur Forkopimda, anggota DPRD Tapsel Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, Ketua PKK Tapsel Syaufia Lina, pejabat Pemkab Tapsel, kades/lurah se-Angkola Timur, Ketua Baznas, ormas keagamaan, BKMT, tokoh masyarakat, adat, dan kader remaja masjid se-Tapsel.

Menurut bupati, bangsa kita khususnya di Kabupaten Tapsel sudah sepantasnya merasa bersyukur. Alasannya, suasana keagamaan, terutama dalam hal penyelenggaran peringatan tahun baru Islam meningkat drastis, baik dari aspek kualitas maupun kuantitasnya.

“Saya berpendapat, sesungguhnya sejak dua hari belakangan ini di berbagai wilayah kabupaten/kota dan ibukota provinsi, tampak terlihat jelas kegiatan umat Islam dalam memperingati tahun baru hijriah bertambah semarak dan gegap gempita,” ungkap Syahrul.

Umat seolah menyikapi tausyiah yang disampaikan oleh para ustadz dan dai, bahwa alasan utama Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah karena disaat itu Makkah tak lagi kondusif. Sehingga, nabi pun hijrah ke Madinah meneruskan dakwahnya sekaligus membangun peradaban Islam disana.

Artinya, manakala hal itu dihubungkan dengan kehidupan keseharian manusia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagaimana lazimnya umat memperingati 1 Muharram, ukhuwah diantara sesama umat Islam musti terus meningkat, yakni peningkatan iman dan taqwa kepada Allah.

“Melalui peringatan tahun baru Islam, solidaritas, soliditas serta perwujudan kebersamaan sesama umat Islam harus kian tertanam bagi seluruh masyarakat dan rakyat Indonesia. Contoh tauladan seperti itulah yang harus dikembangkan di tengah-tengah masyarakat,” pungkas bupati dua periode berturut-turut itu.

Senada, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapsel, KH. Ahmad Gozali Siregar pun berharap agar kader-kader remaja masjid, terutama kalangan orangtua memperbanyak mengucapkan laa hawla walaaquwwata Illa billah agar tidak tenggelam di dunia ini.

“Sebagaimana nasehat Lukmanul Hakim kepada anaknya yang menyebut, wahai anakku sesungguhnya dunia ini adalah lautan yang sangat dalam, karena manusia banyak yang tenggelam akibat menuruti hawa nafsu dunia,” sebut KH. Ahmad dalam tausyiahnya.

Oleh karena itu, penuturan Lukmanul Hakim kepada anaknya itu, diharapkan dapat menjadi penggugah bagi semua kader-kader remaja masjid untuk segera meneguhkan hati menjadi manusia yang berakhlak karimah, sekaligus menjauhi perbuatan yang bisa merusak akidah.

Pada kesempatan itu, Bupati Syahrul menyerahkan bantuan Baznas kepada 10 orang kaum dhuafa serta bantuan BKMT untuk 5 orang anak yatim, juga membagikan piala dan sertifikat kepada pemenang lomba pidato singkat kader remaja masjid MUI dan lomba khutbah se-Kabupaten Tapsel. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda