Miris, Dinding Sekolah SMPN 33 Kerinci Dipenuhi Coretan, Kinerja Kepala Sekolah Dipertanyakan

8

KERINCI, BERITAANDA – Kondisi sejumlah dinding bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 33 Kerinci menjadi sorotan. Sejumlah bagian dinding sekolah dipenuhi coretan dan tulisan yang dinilai mengganggu keindahan serta kenyamanan lingkungan pendidikan.

Berdasarkan pantauan awak media, coretan terlihat dibeberapa bagian dinding bangunan sekolah. Kondisi tersebut memberikan kesan lingkungan sekolah kurang terawat dan dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar bagi siswa maupun guru.

Tidak hanya dinding yang dipenuhi coretan, kondisi plafon sekolah juga terlihat mengalami kerusakan. Sejumlah bagian plafon tampak jebol. Sementara itu, halaman sekolah juga terlihat dipenuhi rumput yang cukup tinggi sehingga menambah kesan kurang terawat.

Salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada awak media mengatakan, kondisi SMPN 33 Kerinci dinilai kurang mendapatkan perhatian selama Amriadi S.Pd menjabat sebagai kepala sekolah.

Menurut sumber tersebut, selama kurang lebih empat tahun kepemimpinan Amriadi, lingkungan sekolah dinilai jarang mendapatkan perawatan, termasuk pengecatan dinding bangunan.

“Ya, kurang lebih empat tahun keberadaan Amriadi sebagai kepala sekolah disini, SMPN 33 Kerinci sama sekali tidak pernah ada pengecatan dinding sekolah seperti yang dilakukan kepala sekolah lainnya,” ujar sumber tersebut, Kamis (3/9/2026).

Ia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi lingkungan SMPN 33 Kerinci. Menurutnya, pihak dinas perlu melakukan pembinaan serta mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya kelalaian dalam pengelolaan dan perawatan fasilitas sekolah.

“Kalau memang kepala sekolah saat ini tidak mampu mengurus sekolah ini, lebih baik diganti dengan kepala sekolah yang lain,” katanya dengan nada kecewa.

Ia menambahkan, sekolah merupakan tempat berlangsungnya proses pendidikan sehingga kondisi lingkungan harus dijaga agar tetap bersih, rapi, aman, dan nyaman.

“Sekolah merupakan tempat pendidikan. Sudah seharusnya lingkungan sekolah dijaga agar tetap bersih, rapi, dan nyaman. Kalau dibiarkan, tentu akan semakin merusak pemandangan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat berharap persoalan tersebut tidak hanya menjadi perhatian setelah mendapat sorotan publik. Pihak terkait diminta segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekolah sehingga kembali layak dan nyaman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMPN 33 Kerinci Amriadi S.Pd belum memberikan keterangan atau tanggapan terkait kondisi sekolah maupun pemberitaan tersebut. (Tomi)

Bagaimana Menurut Anda