Menuju Hari Jadi ke-16, Sergai Telah Menerapkan Khazanah Budaya dan Alam Desa

620

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Di hari jadinya yang ke-16 tahun, Sergai sudah menyajikan suguhkan budaya yang indah, makanan tradisional dengan berbagai macam jenis olahan, hamparan sawah yang luas, serta menghadirkan aliran sungai yang cukup deras.

Namun itu semua menjadi sesuatu yang berbeda ketika dengan sentuhan kreatifitas dikemas dalam konsep desa wisata, menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk bisa singgah ke Sergai.

Seperti di Kecamatan Sei Rampah kini ada Kampung Jawa. Sementara di Kecamatan Perbaungan terdapat desa wisata tani yang juga disediakan wisata budaya, Kemudian di Kecamatan Sipispis ada lokasi wisata arung jeram, serta unsur budaya di kecamatan lainnya dalam Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Perlu diketahui, untuk mengusung konsep desa wisata dengan memadukan kearifan lokal memerlukan penyadaran seluruh elemen masyarakat, untuk bisa mengelola potensi yang dimiliki desa tersebut. Baik potensi alam dan sumber daya manusianya.

Contohnya, ada beberapa desa yang telah menerapkan bidang usaha dengan membentuk pasar modern yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Seperti yang telah dilakukan BUMDes Mart Bersaudara di Desa Sarang Giring, serta BUMDes Mart Tanah Raja Mandiri di Kecamatan Sei Rampah Desa Tanah Raja, kemudian di Kecamatan Pegajahan ada BUMDes Mart Berkah, tepatnya di Desa Jatimulyo.

Sementara itu, desa wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.

Dukungan pemerintah terhadap pengembangan desa wisata ini terus digalakkan. Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnuthama.

“Desa wisata adalah daya tarik baru yang unik, akan memberikan pengalaman yang berbeda. Desa wisata pun tak harus mewah,” kata dia.

Upaya mendorong pengembangan desa wisata menjadi prioritas dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan beberapa desa telah menjadi fokus pengembangan melalui program PIID PEL dari 126 desa se-Indonesia, dengan skema kemitraan antara kelompok masyarakat, Badan Usaha Milik Desa dan pelaku bisnis profesional. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda