Menggenjot UMKM di Festival Oleh-oleh Tabagsel

516
Panitia FO2T saat menggelar konferensi pers di lokasi acara, di Alaman Bolak Padang Nadimpu, Kota Padangsidimpuan (Selasa 17/12/2019) sore.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Festival Oleh-Oleh Tabagsel (FO2T) kembali digelar. Even ini diharap mampu meningkatkan omset pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada serta berdomisili di wilayah Tabagsel.

Ketua panitia pameran FO2T, Safran Edy H. Siregar didampingi Ketua Yayasan FO2T Kiman Siregar menyebut, pameran FO2T merupakan salah satu bentuk promosi sekaligus pemasaran produk UMKM di Tabagsel. Yakni Padangsidimpuan, Tapsel, Mandailing Natal, Paluta, dan Palas.

“Selain memamerkan serta menjual berbagai produk makanan, minuman, dan kerajinan tangan khas Tabagsel, FO2T juga menampilkan pagelaran adat budaya suku dan etnis yang ada di wilayah Tabagsel,” kata Safran dalam konferensi pers, di Alaman Bolak Padang Nadimpu, Selasa (17/12/2019) sore.

Dijelaskannya, pelaksanaan FO2T didukung penuh oleh pemerintah kota/kabupaten se-Tabagsel. Ditambah dukungan dari elemen lainnya seperti PTPN 3, PTPN 4, BNI, Bank Sumut, RCM Group, Bolu Salak Kenanga, UMKM se-Tabagsel, dan lainnya.

“Sesuai rencana, pelaksanaan FO2T ke-3 tahun 2019 ini akan diawali dengan pawai kendaraan berkeliling kota bersama Dinas Kominfo, Dinas Perdagangan, pelaku UMKM, dan komunitas otomotif se-Padangsidimpuan,” jelas dia menambahkan.

Menurut Safran, dengan penanganan yang serius, maka produk UMKM sangat diminati pasar. Dia berharap, melalui Festival Oleh-Oleh Tabagsel, para pelaku akan berkumpul dan melakukan transaksi bisnis, terutama lokal maupun dari luar Tabagsel.

“Harapan kita, ke depan pelaku UMKM Tabagsel akan merasakan manfaatnya dengan ikut menjualkan produknya,” kata Safran seraya menjelaskan, dari 150 stand yang tersedia, sebagian besar sudah terisi penuh, termasuk stand Ulos, Bolu Salak Kenanga, serta berbagai produk dan kerajinan lainnya.

Sejauh ini, sambung Safran, pelaku UMKM Tabagsel cukup kuat dalam persaingan, hanya saja terkendala permodalan. Untuk itu, panitia menggandeng pihak sponsor untuk mendukung sekaligus membranding UMKM Tabagsel agar menembus pasar lokal, nasional hingga internasional.

“Pameran Festival Oleh-Oleh Tabagsel sudah digelar sejak tahun 2017 lalu. Even ini dianggap berhasil dan memberi terobosan positif. Maka dari itu, even ini pun kita sepakati bersama jadi agenda tahunan,” tutup Safran.

Dewan Pembina/Pengawas FO2T Ali Muda Siregar menambahkan, di FO2T kali ini panitia menyediakan rumah kemasan. Tujuannya agar UMKM terdorong untuk memperbaiki tampilan barang jualannya dengan kemasan yang baik dan menarik.

“Pelaku UMKM dituntut mampu berinovasi dalam penyajian produknya. Semisal kopi yang ketika dikemas semenarik mungkin, dipastikan bisa memicu minat pasar dan berdampak pada peningkatan nilai ekonomis atau nilai jual,” tutur Ali yang juga owner Bolu Salak Kenanga.

Dikesempatan yang sama, Kadis Kominfo Islahuddin Nasution dan Kadis Perdagangan Kota Padangsidimpuan Ridoan Pasaribu menegaskan, pemkot sangat apresiasi terhadap kegiatan yang mengangkat produk-produk kerakyatan.

“Suatu kebahagiaan dan kehormatan, Kota Padangsidimpuan masih dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan skala Tabagsel seperti ini. Kita berharap, FO2T kian mengangkat citra Tabagsel, baik oleh-oleh panganan, olahan tangan, dan budaya yang mencirikan Tabagsel,” sebut mereka. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda