Lakukan Pemerasan, Andesku dan 6 Preman Bayarannya Ditangkap Macan Komering Polsek Lempuing

12399

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Aksi pemerasan terhadap korban Suwandi, warga Desa Sindang Sari Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan, berhasil dibongkar polisi, Jumat (28/2/2020) kemarin.

Tak tanggung-tanggung, 7 orang tersangka yang terlibat dalam aksi tersebut semuanya telah ditangkap Tim Macan Komering Polsek Lempuing pimpinan AKP Darmanson dan Kanit Res IPDA M. Indra Gunawan, di kediaman korban.

Ketujuh orang itu ialah Sundani alias Singo (34) asal Dusun 1 Desa Kepayang Lempuing, Budianto (34) dan Patih alias Agung (36) yang merupakan warga Dusun 3 Desa Mekar Jaya Lempuing, serta Ibrahim alias Ahim (25) asal Dusun 1 Desa Sungai Belida Lempuing Jaya OKI.

Kemudian ada Irsan (47) yang tercatat sebagai warga Dusun 3 Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya, Joni Effendi (38) asal Desa Sumber Agung Lempuing OKI, serta Andesku Indra (25)  tercatat warga Dusun 2 Desa Lubuk Makmur Lempuing Jaya OKI yang merupakan otak dari aksi pemerasan tersebut.

Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kasubbag Humas AKP Iryansyah menjelaskan, Kamis (27/2/2020) sekira pukul 20.00 Wib, tersangka Andesku datangi rumah korban dan meminta uang damai dengan modus menuduh istrinya, Febriani, yang merupakan adik kandung korban, berselingkuh dengan orang lain. Padahal istrinya sudah 1 tahun ditinggalkan tersangka.

“Tersangka Andesku juga mengajak preman – preman bayaran mendatangi orangtua istrinya dan memaksa meminta uang ganti harga diri serta uang tebusan sebesar Rp150 juta. Namun keluarga korban tak miliki uang sejumlah yang diminta. Setelah negosiasi tersangka minta Rp60 juta,” ungkap dia, Sabtu (29/2/2020).

Apabila korban tidak dapat menyanggupi, maka keluarga korban diancam akan ditujah atau dihabisi (dibunuh -red). Kata dia lagi, lalu keluarga korban saat itu meminjam uang tetangganya dan memberikan uang muka Rp5 juta kepada para tersangka. Sisa Rp55 juta akan dibayarkan pada esok harinya.

“Setelah menerima laporan dari pihak korban Suwandi, dilakukan penyelidikan secara intensif serta meminta keterangan dari saksi – saksi hingga memenuhi bukti permulaan yang cukup, juga mendapatkan informasi para pelaku yang akan kembali datang ke rumah korban untuk mengambil uang sisa Rp55 juta, Tim Macan Komering pun bersiap melakukan penyergapan,” tandas dia.

Jumat (28/2/2020) kemarin sekira pukul 17.00 Wib, Tim Macan Komering Polsek Lempuing yang dipimpin Kapolsek Lempuing AKP Darmanson didampingi Kanit Reskrim IPDA M. Indra Gunawan melakukan penyergapan terhadap 7 orang tersangka dimaksud, yang saat itu para tersangka sedang berada di rumah korban, paksa korban menyediakan uang yang diminta.

“Lalu keluarga korban gadaikan sawahnya dengan tetangga mereka untuk melunasi uang tersebut. Pada saat para tersangka sedang mengambil uang sisa Rp55 juta dan ingin pulang, maka para tersangka langsung disergap dan dapat diamankan serta dibawa ke Mapolsek Lempuing guna proses hukum selanjutnya,” tukas dia

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp55 juta, 1 bilah sajam jenis pisau, uang sisa pemberian pertama Rp973 ribu, 1 unit motor Honda Revo, 4 unit Hp milik para tersangka, dan 1 lembar blangko surat pernyataan kosong.

Sementara itu, Kapolsek Lempuing AKP Darmanson menegaskan, otak tindak pidana pemerasan ini ialah Andeska, suami dari Febriani yang merupakan adik kandung korban Suwandi. Sedangkan para preman bayarannya rata – rata residivis kasus 365 KUHP.

“6 orang preman bayarannya, 4 orang diantaranya residivis kasus 365 KUHP dan 1 orang debt collector. Sedangkan orangtua korban kondisinya memprihatinkan, matanya tidak dapat melihat lagi, namun tetap saja diperas tersangka, hingga terpaksa hutang dan menggadaikan sawahnya ke tetangga,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda