Lagi, Pasien Suspek Covid-19 di Sidimpuan Meninggal Dunia

5981
Proses pemakaman jenazah dilakukan sesuai protokol Covid-19 di perkuburan khusus Silandit.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Kabar duka kembali datang dari seorang pasien suspek Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi RSUD Padangsidimpuan. Pasien meninggal Jumat (14/8/2020) sekira pukul 10.00 Wib.

Di hari yang sama pula, pasien dimakamkan tim sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19, di perkuburan khusus yang ada di Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

Informasi diperoleh BERITAANDA menyebut, pasien perempuan itu berinisial KN (58) warga Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Dan, sebelum dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19, pasien sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Padangsidimpuan.

“Ini pasien suspek kedua yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang isolasi. Sudah dimakamkam sesuai protokol Covid-19 di samping kuburan pasien suspek pertama,” sebut Plt. Direktur RSUD Padangsidimpuan, Sopian Subri, Sabtu (15/8/2020).

Dia menguraikan, pada Selasa (11/8/2020) malam, salah satu rumah sakit swasta di kota ini merujuk pasien ke RSUD Padangsidimpuan yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19. Pasien diterima pukul 23.00 Wib dengan kondisi demam, batuk, sesak dan pneumonia.

Terhadap pasien dilakukan skrining ulang dan jenis pemeriksaan lainnya. Kemudian dirawat di ruang isolasi dengan diagnosa suspek Covid-19. Namun, memasuki hari ketiga menjalani perawatan, pasien meninggal dunia.

“Untuk proses pengkafanan hingga pemakaman, RSUD Padangsidimpuan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Padangsidimpuan,” ujar Sobri.

Plt. Dirut RSUD Padangsidimpuan yang juga Kadis Kesehatan itu menambahkan, saat ini terminologi Covid-19 sudah berubah. Tidak ada lagi ODP, PDP dan OTG. Diganti dengan kasus suspek, probable, konfirmasi, kontak erat, discarded, selesai isolasi dan kematian.

“Kita menyebut ini kasus probable Covid-19. Karena pasien adalah suspek Covid-19 yang meninggal dengan gejala klinis meyakinkan, namun belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR,” pungkasnya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda