SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Tidak harus menunggu berlimpah harta untuk bisa membantu sesama. Prinsip tersebut memotivasi sekelompok anak muda Sekadau dari beberapa komunitas yang menggelar open donasi.
Dengan menggunakan satu unit tenda yang mereka sewa, belasan pemuda dan remaja ini melakukan penggalangan dana untuk disumbangkan kepada beberapa warga yang membutuhkan uluran tangan karena sakit.
Para remaja tersebut memberdayakan kreatifitas serta merelakan barang yang mereka miliki untuk mendapatkan uang dari masyarakat umum. Mulai dari menjual pakaian bekas layak guna yang mereka miliki, membuka jasa barbershop (gunting rambut) dan shopsclean (cuci sepatu) dengan tarif seikhlasnya dari masyarakat yang berdonasi.
Setiap rupiah yang mereka dapat akan dikumpulkan, selanjutnya mereka salurkan kepada warga yang menderita sakit.
Kegiatan yang dilaksanakan di pelataran deretan ruko Kompek Pasar Baru Jalan Panglima Naga Sekadau Hilir itu cukup mendapatkan perhatian masyarakat. Sampai jelas sore, warga masih berdatangan untuk berbelanja pakaian dan menggunakan jasa barbershop.
Ketua panitia penggalangan open donasi ini, Safriyadi atau biasa disapa Ndos mengatakan, kegiatan tersebut mereka gelar selama 2 hari sejak Sabtu dan berakhir hari ini (Ahad).
“2 hari saja, karena kawan – kawan besok sudah ada yang beraktifits kerja dan ada yang sekolah,” kata Ndos, Ahad (4/8/2019).
Para remaja yang melakukan penggalangan dana ini, kata dia lagi, terdiri dari beberapa kelompok. Seperti Remaja Masjid Besar Al-Falah, Vaper Room Sekadau, Barber Borneo, Shopsclean, Sekatboard, Sekadau Exsplorer, Kelompok Pecinta Alam (KPA) dan Pemuda Batang Adau.
Dwi, salah satu remaja yang terlibat dalam kegiatan ini menjelaskan, penggalangan donasi dari masyarakat umum ini juga sebagai bentuk rasa sosial dari para remaja Sekadau.
“Kita ingin membantu sesama, tanpa melihat siapa, suku, dan agama. Nanti akan kita salurkan ke keluarga dari warga yang sakit,” ucap Dwi.
Kedepan, Dwi dan rekan – rekannya tetap bertekad melaksanakan open donasi kepada warga yang sakit dan benar – benar membutuhkan uluran tangan. (Arni)






























